Angkasa Pura II Bersikukuh Naikkan Airport Tax

Sabtu, 26 Januari 2008 00:00 WIB
916x ditampilkan Bisnis


Terkininews.com - PT Angkasa Pura (AP) II tetap akan mengajukan usulan kenaikan pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau airport tax, dan bertekad meningkatkan pelayanan secara signifikan dalam dua bulan ke depan.

"Kami tetap akan ajukan usulan. Alasan utamanya, biaya operasional bandara juga sudah meningkat secara signifikan karena itu perlu kenaikan," kata Dirut PT AP II Eddie Haryoto menjawab pers di Jakarta, Jumat.

Namun, Eddie enggan merinci berapa usulan kenaikan tarif PJP2U tersebut, apakah sama dengan yang disampaikan sebelumnya atau tidak.

"Yang jelas, usulan tetap akan disampaikan, soal ditolak atau diterima, itu kewenangan pemerintah selaku regulator," katanya.

Eddie juga mengatakan, kenaikan tarif PJP2U sebenarnya telah dilakukan oleh PT AP I yang mengelola 13 bandara di Indonesia bagian timur sejak beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal secara tegas menolak usulan kenaikan tarif PP2U tersebut.

"Itu (usulan kenaikan, red) tak relevan dan tak layak disampaikan. Selama tak ada perbaikan pelayanan yang signifikan, tak kan ada kenaikan (persetujuan kenaikan, red)," kata Jusman.

Eddie sebelumnya seusai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) kepada pers mengaku, berencana menaikkan PJP2U sebesar 50 persen dari tarif saat ini untuk penumpang domestik dan internasional di 12 bandara komersial yang dikelolanya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT AP II, Sudaryanto menegaskan, tanpa atau ada penolakan dari Menteri Perhubungan terhadap usulan kenaikan tarif tersebut, PT AP II sudah bertekad akan melakukan pembenahan habis-habisan pelayanan di terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami akui, kondisi pelayanan di terminal 1 parah. Karena itu, kami akan lakukan perubahan secara signifikan dalam dua bulan ke depan," katanya.

Sudaryanto menjelaskan, sebenarnya sejak Desember 2007, alur masuk ke terminal 1 sudah diatur yakni yang boleh masuk hanya taksi untuk menurunkan dan menaikkan penumpang, ambulans, bus gratis bandara dan kendaraan VVIP.

"Untuk Bus DAMRI, sudah disediakan jalur tersendiri. Kemudian, pengendapan bus DAMRI, Pemadu Moda, Cipaganti dan Primajasa akan dipindah ke lokasi lain," katanya.

Selain itu, pihaknya saat sedang merenovasi 60-an toilet di terminal 1 baik di dalam gate maupun area publik, termasuk mushola serta akan menambah CCTV di beberapa lokasi yang rawan pencurian bagasi penumpang. Saat ini total CCTV di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 195.

"Anggaran untuk perbaikan toilet Rp11,7 miliar dan mushola Rp3,1 miliar," katanya.

Operasi Yustisi

Selain itu, Sudaryanto mengatakan, pihaknya juga akan melakukan operasi yustisi bersama pihak terkait untuk menertibkan ketidakberesan di terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

"Kita akan sikat habis. Terminal 1 memang banyak preman, calo dan sebagainya," katanya.

Operasi juga akan membersihkan, kendaraan plat hitam yang beroperasi sebagai taksi gelap "Tak akan ada lagi TG dalam dua bulan ke depan, termasuk juga para joki taksi di bandara," katanya.

Namun, Sudaryanto tidak bisa memastikan apakah dalam operasi itu juga akan membersihkan ojek di sekitar Bandara Soekarno Hatta.

Ia menambahkan, kini sedang dibahas secara intensif untuk menyatukan koordinasi di lingkungan Bandara Soekarno Hatta. "Memang saat Wapres sidak ke bandara dikeluhkan, soal tidak tegasnya siapa pemegang komando di Bandara Soekarno-Hatta," kata Sudaryanto.

Selama ini, di ketahui bahwa di Bandara Soekarno-Hatta ada lima instansi yang "berkuasa" yakni Kepala Cabang Bandara Soekarno-Hatta, Dirut PT AP II, Polres Bandara, Administrator Bandara dan Direktur Operasi dan Teknik PT AP II. (Kapanlagi.com/rsd)