Pasar Properti Menurun

Ahad, 19 Juli 2009 00:00 WIB
578x ditampilkan Bisnis


Pasar properti untuk perkantoran, pusat belanja, apartemen milik dan sewa dan kawasan industri cenderung mengalami penurunan sehubungan terjadinya perlambatan ekonomi.

Ekonomi Indonesia terus melambat dari 4,3% menjadi 4% pada kuartal II 2009, kata Direktur Riset Cushman&Wakefield, Lini Djafar di Jakarta, Kamis (16/7), saat menyampaikan kinerja sektor properti kuartal II 2009.

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

Ia mengatakan, perkantoran sewa akan terjadi perlambatan permintaan sewa, permintaan akan lebih banyak pada ruang perkantoran dengan luas kurang dari 100 meter persegi.

Tingkat penyerapan ruang perkantoran hanya 42% yang dipicu lesunya aktivitas bisnis serta efisiensi yang dilaksanakan sejumlah perusahaan dengan menurunkan luasan ruang perkantoran.

Kondisi ini, menurut dia, diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek meski demikian harga sewa tidak terpengaruh bahkan cenderung stabil sampai dengan akhir 2009.

Sementara di luar area pusat bisnis Jakarta tercatat lima proyek perkantoran menyelesaikan pembangunan dengan menambah luasan 50.00 meter persegi, sehingga keseluruhan ruang kantor 2,4 juta meter persegi.

Untuk pusat belanja juga mengalami perlambatan selain faktor ekonomi juga pindahnya penyewa (tenant) ke lokasi-lokasi pusat belanja baru seperti Raja Electronic di Mall of Indonesia, Best Denki Pluit Village, dan Electronic Solution di Pejaten Village, paparnya.

Sejumlah tenant memilih menunggu hasil Pemilu sebelum mengembangkan usahanya terutama di lokasi-lokasi yang baru, berbagai pusat belanja saat ini menggelar promosi untuk menggairahkan penjualan, jelasnya.

Untuk apartemen sewa dan milik juga turun, dapat dilihat pada apartemen milik yang tingkat penjualan kumulatif turun rata-rata 0,3%, jelasnya.

Rusunami juga disebut mengalami penurunan sebagai akibat persoalan ijin yang berdampak disegelnya sejumlah proyek. Kondisi melemah ini akan terus berlanjut pada kuartal berikut, jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan industri tingkat penyerapan turun 76% menjadi 15,6 hektar dari penyerapan sebelumnya 64,7 hektar, terendah dalam empat tahun terakhir. (kpl/meg/Kapanlagi.com)