Bulan Ramadhan Datang, Produksi Alquran Meningkat Tajam

Selasa, 25 Agustus 2009 00:00 WIB
740x ditampilkan Bisnis


Tingkat produksi kitab Alquran pada salah satu percetakan kitab Alquran di Kudus, Jawa Tengah, mengalami peningkatan hingga 20%, menyusul meningkatnya permintaan selama Ramadhan 2009.

"Peningkatan produksi ini sudah biasa terjadi setiap memasuki bulan Ramadhan, karena masyarakat yang membutuhkan kitab Alquran ukuran kecil (Alquran pojok) cukup tinggi," kata Direktur Percetakan Menara Kudus, Muhammad Shofin, di Kudus, Senin (24/8).

Peningkatan permintaan tersebut, ditunjukkan dengan meningkatkannya jumlah pesanan kitab Alquran jenis pojok (kitab Alquran berukuran kecil yang biasa dipakai untuk tadarus) dari sejumlah pelanggannya. "Jumlah pesanan dari masing-masing pelanggan, rata-rata mengalami peningkatan sebesar 20% dari jumlah produksi sebelum Ramadhan," ujarnya.

Tahun lalu, katanya, rata-rata produksi kitab Alquran berbagai ukuran sebanyak 3.000 eksemplar per bulan.

Sedangkan pangsa pasarnya, katanya, meliputi semua wilayah di Indonesia, dengan harga jual yang ditawarkan berkisar antara Rp15.000 hingga Rp50.000 per eksemplar kitab Alquran.

"Sebelumnya, kami pernah melakukan ekspor ke beberapa negara, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Arab Saudi, dan Hongkong yang dikirim melalui perwakilan pemasaran," ujarnya.

Disinggung soal omzet penjualannya, kata Shofin, kenaikannya berkisar 20%, tanpa mau menyebutkan angka nominalnya.

Sementara Agus Yulianto bagian pemasaran Percetakan Menara Kudus mengatakan, peningkatan produksi kitab Alquran dimulai sejak Agustus 2009. "Sebelumnya, kitab Alquran yang diproduksi tidak banyak. Tetapi, bulan ini ditingkatkan dengan menyesuaikan jumlah permintaan yang ada," katanya.

Ia mengatakan, setiap mesin percetakannya memiliki kapasitas cetak hingga ribuan eksemplar per hari untuk jenis kitab Alquran ukuran kecil. "Jika semua mesin cetak yang ada digunakan untuk memproduksi kitab Alquran, maka per harinya bisa mencapai puluhan ribu eksemplar," ujarnya.

Tetapi, kata dia, sebagian dari sejumlah mesin percetakannya ada yang digunakan untuk mencetak kitab lain yang memang dibutuhkan masyarakat saat puasa Ramadhan. "Alquran yang diproduksi mencapai 50 jenis ukuran dan bentuk," ujarnya.

Menurut dia, peningkatan produksi tidak hanya terjadi pada pembuatan kitab Alquran saja, melainkan pula pada penjualan kalender Islam.

Sementara jumlah Alquran yang dikirim kepada pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia setiap periode tertentu, katanya, berkisar antara 1.000 eksemplar hingga 5.000 eksemplar. "Jumlah ini masih dapat bertambah, sesuai dengan jumlah permintaan dari pelanggan," ujarnya. (kpl/bar/kapanlagi.com)