Kantor BPAD Tak Pernah Main Mata

Jumat, 11 Desember 2009 00:00 WIB
486x ditampilkan Nasional

TANJUNGPINANG -Ketika mengadakan tender pengadaan barang, dugaan struktur kerja pelaksana daerah (SKPD) kerap dituding main mata dengan pengusaha barang atau jasa serta pihak ketiga. Namun, tidak halnya dengan kantor badan perpustakaan arsip daerah
TANJUNGPINANG -Ketika mengadakan tender pengadaan barang, dugaan struktur kerja pelaksana daerah (SKPD) kerap dituding main mata dengan pengusaha barang atau jasa serta pihak ketiga. Namun, tidak halnya dengan kantor badan perpustakaan arsip daerah (BPAD).

Kepala Kantor BPAD Propinsi Kepulauan Riau, Amir Husin mengungkapkan ini kepada Tabloid Suma. Dia mengungkapkan ketika mengadakan proyek pengadaan buku kantor BPAD tidak pernah kongkalikong dengan penerbit manapun. Menurutnya, Kantor BPAD hanya menunjukkan kepada pihak pemenang tender kepada penerbit-penerbit buku yang ada.

Namun, menurutnya, hal ini sering disalahartikan oleh para pemenang tender karena mereka terlanjur menganggap kami kongkalikong dengan penerbit sehingga saking tidak percayanya mereka pun mengecek langsung ke Jakarta.

"Ini langkah yang bagus, tetapi terus terang kami tidak pernah kongkalikong dengan penerbit dalam melakukan pengadaan barang. Hanya saja kami mengarahkan ke pemenang tender itu pun fungsinya untuk membantu mereka kita tidak pernah dapat persekot dari pihak penerbit," kata Amir Husin.

Saat ini, Kantor BPAD sendiri tengah fokus memberdayakan eksistensi dan fungsinya sebagai lembaga perncerdasan masyarakat sehingga mereka terus berupaya meningkatkan pelayan dan terus menambah jumlah buku walau mengaku harus memikirkan tempat dari buku yang banyak dan ada di BPAD.

"Kita terus berupaya menambah buku-buku untuk masyarakat Tanjungpinang dan gencar melakukan program perpustakaan desa serta membantu dan membina taman bacaan masyarakat dengan cara melakukan berkoordinasi di setiap perpustakaan daerah kabupaten dan kota," kata Amir Husin.