Peta Politik Dipastikan Berubah

Jumat, 11 Desember 2009 00:00 WIB
432x ditampilkan Nasional

TANJUNGPINANG -Ditetapkannya Gubernur Propinsi Kepulauan Riau, Drs. H. Ismeth Abdullah sebagai tersangka kasus pengadaan mobil kebakaran (Damkar) tahun 2004-2005 diperkirakan akan mengubah peta politik di propinsi Kepulauan Riau khususnya dalam men
TANJUNGPINANG -Ditetapkannya Gubernur Propinsi Kepulauan Riau, Drs. H. Ismeth Abdullah sebagai tersangka kasus pengadaan mobil kebakaran (Damkar) tahun 2004-2005 diperkirakan akan mengubah peta politik di propinsi Kepulauan Riau khususnya dalam menghadapi Pemilukada Kepulauan Riau yang direncakanakan akhir Juni 2010 nanti.

Hal ini seperti yang diungkapkan pengamat politik Kepulauan Riau, Zamzami A. Karim dalam dialog pagi RRI Tanjungpinang Jumat (12/12). Dia mengungkapkan peta kekuatan politik akan berubah dan akan bermunculan tokoh-tokoh lain yang akan maju dalam Pemilukada Kepulauan Riau nanti.

Beberapa tokoh yang diprediksikan akan muncul selain Huzrin Hood adalah Nyat Kadir, Soerya Respationo, H. M Sani, Ansar Ahmad, Harry Azhar Azis dan sejumlah putra daerah lain yang siap memimpin Kepulauan Riau.

Hanya saja hingga saat partai politik sebagai kendaraan yang menjadi perahu politik belum ada yang menyatakan sikapnya secara resmi akan mendukung siapa. Bahkan partai Golkar sebagai partai nomor satu di propinsi Kepulauan Riau pun belum resmi akan mendukung siapa.

"Mungkin saja tokoh-tokoh Golkar yang merasa potensial akan menggunakan perahu lain kalau tidak dicalonkan dari Golkar," kata Zamzami A. Karim di RRI Tanjungpinang.