Membina Penulis Muda, Menanamkan Kearifan Lokal

Selasa, 15 Desember 2009 00:00 WIB
793x ditampilkan Nasional

TANJUNGPINANG -Tempo dulu, masyarakat Kepulauan Riau memiliki penulis yang memiliki karangan yang cukup monumental Gurindam Dua Belas yaitu Raja Ali Haji serta sederetan penulis lainnya yang telah mengharumkan nama Kepulauan Riau.
TANJUNGPINANG -Tempo dulu, masyarakat Kepulauan Riau memiliki penulis yang memiliki karangan yang cukup monumental Gurindam Dua Belas yaitu Raja Ali Haji serta sederetan penulis lainnya yang telah mengharumkan nama Kepulauan Riau.

Namun, seolah-olah kejayaan penulisan itu terpangkas dimakan zaman, sehingga penulis muda di Kepri tidak muncul dan kalaupun ada tentunya mereka merasa kurang mendapatkan pembinaan. Sedangkan pewarisan ilmu dari generasi tua juga tidak begitu tampak kepada generasi muda. Sehingga proses pengkaderan kepenulisan di Kepri relatif terputus.

Minimnya penulis muda dan penerbitan lokal di Kepulauan Riau ini telah membuat Taufik Nugraha (23), mantan aktivis pers kampus ini bersama penulis muda dari Batam Alfarisi Akmal (20) tergugah untuk mengembangkan dunia kepenulisan di bumi Melayu ini. Pemuda yang sama-sama memiliki cita-cita menjadi penulis ini berusaha membuat gebrakan baru dalam menumbuhkan semangat penulis muda di Kepulauan Riau.

"Kami menyadari pengalaman kami masih minim, tetapi dengan berbekal pengetahuan dan ilmu yang kami miliki kami berusaha untuk menerbitkan novel Muhasabah Cinta," kata Taufik Nugraha Direktur Ekskutif penerbit NewParadigma.

Sementara itu, Alfarisi Akmal penulis muda novel Muhasabah Cinta mengungkapkan tidak ada masalah dalam menulis novel tersebut. Hanya saja, dalam menyelesaikan naskah untuk novel perdananya dia mengaku sempat terputus selama setahun karena harus menghadapi ujian di sekolahnya.

"Kalau dihitung-hitung sih dalam menyelesaikan novel tersebut tidak sampai setahun. Hanya sebulan lebih," kata Alfarisi. Tentunya karangan Alfarisi tidak berkaitan langsung dengan Kekeprian dan nilai-nilai lokal, namun ke depan dia akan berusaha keras untuk melakukan hal tersebut dengan menuliskan naskah-naskah yang berkaitan dengan budaya dan nilai-nilai di Kepulauan Riau.

Sementara itu, Kepala Badan dan Arsip Daerah (BPAD) Kepulauan Riau, Amir Husin ketika dihubungi mengungkapkan sangat memberikan apresiasi kepada penulis-penulis muda di Kepulauan Riau. Menurutnya, cukup banyak kegiatan yang kami gelar untuk menumbuhkan dan membina penulis muda di Kepulauan Riau.

"Kita menyadari cukup banyak penulis muda berbakat hanya saja memang perlu dibina untuk menuliskan kearifan dan budaya-budaya lokal di Kepulauan Riau. Dalam waktu dekat upaya itu akan kita wujudkan melalui lomba karya tulis cerita rakyat di Kepulauan Riau," kata Amir Husin.