Masalah PNS Tidak Lima Hari Kerja Saja

Ahad, 11 April 2010 00:00 WIB
368x ditampilkan Nasional

TANJUNGPINANG Kebijakan lima hari kerja dinilai bukan satu-satunya jalan untuk memperbaiki kinerja PNS. Masalah PNS sudah sedemikian akut dan perlu ada revolusi mentalitas di kalangan birokrat dari atas hingga bawah untuk terwujudnya pelayanan publ
TANJUNGPINANG Kebijakan lima hari kerja dinilai bukan satu-satunya jalan untuk memperbaiki kinerja PNS. Masalah PNS sudah sedemikian akut dan perlu ada revolusi mentalitas di kalangan birokrat dari atas hingga bawah untuk terwujudnya pelayanan publik yang prima.

Demikian ungkap mantan pegawai BKN (Badan Kepegawaian Nasional) DR. Nuraida Mokhsen yang kini menjabat Asisten II Ekonomi Pembangunan di lingkungan pemerintah provinsi Kepulauan Riau.

"Masalah PNS sebenarnya tidak hanya masalah lima hari kerja, tapi masalahnya sangat komplek dan sebenarnya perubahan mental nggak akan terjadi kalau cuma disuruh apel pagi, apel sore dan diceramahin melulu. ESQ aja nggak bisa bikin staf jadi baik. Harus sistem," kata Nuraida Mokhsen.

Menurutnya solusi dari masalah PNS ini ada banyak cara untuk memperbaikinya. "Pertama SOT yang harus diperbaiki, tupoksi dipertegas dan jangan ada tumpang tindih. Kedua desain jabatan di masing2 SKPD harus sesuai kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan tupoksi. Jangan ada lagi jabatan yang dibuat hanya untuk menampung orang," kata Nuraida.

Ditambahkannya, setelah itu harus ada target yg jelas untuk setiap unit, divisi dan bahkan individu sehingga mereka tau apa yg harus dikerjakan dan kapan harus selesai.