KAMMI Tanjungpinang Pertanyakan Pembukaan Lahan Hutan di Sungai Pulai

Jumat, 30 April 2010 00:00 WIB
423x ditampilkan Nasional

TANJUNGPINANG -Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Tanjungpinang mempertanyakan pembukaan lahan hutan di kawasan Sungai Pulai. Pasalnya, kawasan hutan yang rencananya dibangun untuk perumahan itu dekat dengan sumber air.
TANJUNGPINANG -Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Tanjungpinang mempertanyakan pembukaan lahan hutan di kawasan Sungai Pulai. Pasalnya, kawasan hutan yang rencananya dibangun untuk perumahan itu dekat dengan sumber air.

Demikian tegas Budi Gunawan, Ketua KAMMI Komisariat Tanjungpinang belum lama ini. Dia menilai Pemko lah yang bertanggungjawab terhadap hal ini. "Kita harus memikirkan nasib Tanjungpinang ke depan kalau hal semacam ini terus dibiarkan maka sumber air di Tanjungpinang akan habis," tegas Budi Gunawan yang juga mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan STISIPOL Raja Haji.

Sebab selama ini menurutnya kawasan di Sungai Pulai adalah kawasan yang dilindungi, sementara menurut aturan agraria tidak boleh membuka lahan di kawasan dilindungi.

"Kita minta ketegasan dari Pemko dan kepada pihak berwajib untuk mengurusi masalah ini dan kita juga sudah mulai membuka jaringan dengan tim satgas hukum mafia yang saat ini sedang membahas dengan masalah kehutanan," tutup Budi Gunawan.