Soal Ijazah Palsu, Zamzami "No Comment"

Rabu, 14 Juli 2010 00:00 WIB
457x ditampilkan Kepri Terkini

TANJUNGPINANG -Pemberitaan media cetak maupun online tentang Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) memproduksi ijazah palsu menjadi sorotan masyarakat Kepulauan Riau saat ini.
TANJUNGPINANG -Pemberitaan media cetak maupun online tentang Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) memproduksi ijazah palsu menjadi sorotan masyarakat Kepulauan Riau saat ini. Ijazah palsu yang digunakan untuk seorang oknum PNS di lingkungan Pemprop Kepulauan Riau itu dianggap telah menodai dunia pendidikan tinggi di Kepri.

Namun, apa kata Ketua STISIPOL Raja Haji, Zamzami A. Karim terkait masalah ini? Kepada wartawan dia mengatakan "no comment" alias enggan berkomentar karena itu merupakan urusan rumah tangga Umrah, STISIPOL Raja Haji yang secara tegas telah mengambil sikap untuk memisahkan diri dengan Umrah tidak akan mencampuri hal tersebut.

Hanya saja, terkait soal pembuktian data-data pembanding dan pembuktian transkip nilai dalam ijazah palsu tersebut kemungkinan besar STISIPOL Raja Haji bisa dijadikan rujukan konversi yang dilakukan oleh seorang mahasiswa oknum PNS jurusan Ilmu Administrasi Negara (IAN) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah).

"Soal ini, saya no comment," kata Zamzami A. Karim yang juga merupakan pengamat politik pemerintahan di Kepulauan Riau. Sementara itu, terpisah, Rektor Umrah, Maswardi M. Amin kepada wartawan mengakui ijazah tersebut dia tandatangani, tapi menurutnya karena ijazah tersebut sudah di paraf oleh Dekan Fisip Umrah dia pun tidak ragu untuk menandatanganinya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi khusus oleh pihak Kopertis Wilayah X dengan peristiwa ini. Namun, masyarakat Kepulauan Riau berharap masalah ini bisa diusut hingga tuntas siapa oknum yang bermain di dalamnya.