LPPOM MUI : Masih Banyak Restoran di Batam Yang Tidak Bersertifikat Halal.

Jumat, 16 Juli 2010 00:00 WIB
446x ditampilkan Nasional

BATAM - Muhammad Hanif, Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) Provinsi Kepri menegaskan bahwa di kepulauan ini masih banyak restoran dan rumah makan yang tidak bersertifikat hala
BATAM - Muhammad Hanif, Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) Provinsi Kepri menegaskan bahwa di kepulauan ini masih banyak restoran dan rumah makan yang tidak bersertifikat halal.

"Masih banyak yang menempel logo halal saja tanpa bersertifikat," kata Hanif kepada wartawan di ruangannya, Juma'at (16/7).

Berdasarkan data yang dimilliki LPPOM-MUI Kepri, Hanif menjelaskan bahwa sedikitnya baru 700 usaha restoran dan rumah makan yang mengantongi sertifikat halal, sedangkan diyakini terdapat seribu lebih restoran dan rumah yang hingga kini belum menyerahkan dokumen usaha serta klasifikasi menu masakannya untuk di lakukan uji laboratorium oleh LPPOM MUI sebagai syarat mendapatkan seritifikasi kehalanan masakannya.

Menurutnya, hal ini sangat mengkhawatirkan masyarakat. Untuk itu, LPPOM MUI dalam waktu dekat menjelang masuknya bulan ramadhan akan melakukan inspeksi mendadak ke beberapa restoran dan rumah makan yang di sinyalir menempel logo halal tanpa memiliki seritifikat resmi yang dikeluarkan lembaga berwenang.

"Kita sudah konsultasikan permasalahan ini dengan pihak pemerintah kota dan akan segera di lakukan sidak," katanya.

Meski demikian, LPOM MUI, kata Hanif merupakan lembaga yang dijadikan contoh nasional dalam hal kuantitas dan kualitas penerbitan sertifikasi halal di Indonesia. Oleh sebab, itu pihaknya tidak ingin predikat itu kembali tercoreng akibat ulah pengusaha restoran dan rumah makan yang tidak mau mengikuti ketentuan pencantuman logo halal berdasarkan uji laboratorium.