Bisnis Sehat Ala Susu Oke

Kamis, 22 Juli 2010 00:00 WIB
457x ditampilkan Bisnis

Jakarta - Kebutuhan akan susu bagi masyarakat umum semakin meningkat sejalan tumbuhnya kesadaran pentingnya mengkonsumsi susu. Tawaran produk susu dari berbagai produsen pun kian beragam, mulai dari susu bayi, susu kalsium, susu menambah otot, susu rendah
Jakarta - Kebutuhan akan susu bagi masyarakat umum semakin meningkat sejalan tumbuhnya kesadaran pentingnya mengkonsumsi susu. Tawaran produk susu dari berbagai produsen pun kian beragam, mulai dari susu bayi, susu kalsium, susu menambah otot, susu rendah lemak dan lain-lain.

Nah, ada kemitraan usaha toko Susu Oke, yang menawarkan konsep pengelolaan spesialis toko susu. Susu Oke mengusung konsep penjualan susu semua merek dan jenis susu yang ada dipasaran.

Bagi yang berminat, si mitra harus menyiapkan investasi setidaknya Rp 200 juta di luar tempat. Investasi tersebut sebanyak Rp 175 juta untuk stok produk awal dan Rp 25 juta sebagai joint fee.

Si mitra akan mendapatkan sistem komputerisasi, software, printer, barcode scanner, seragam, kartu nama disediakan oleh pihaknya. Sementara perlengkapan toko seperti rak dan etalase ditanggung mitra.

Pemilik kemitraan Susu Oke Ferry A. Soputan mengatakan bahwa konsep bisnisnya ini belum mendapat status sebagai waralaba namun masih sebagai business opportunity (BO) berbasis kemitraan.

Toko Susu Oke menawarkan harga susu lebih miring lebih murah Rp 5000-10.000 per produk dari harga pasaran seperti di supermarket.

Ferry menjelaskan bagi investor yang sudah memulai usaha namun ada beberapa produk susu yang tak layak, maka investor atau mitra bisa menukarkan produk susunya dengan produk yang lebih laku.

Selain itu, si mitra bisa juga menukarkan produknya yang rusak seperti kemasan rusak dan masa kadaluarsa berakhir. Bahkan lebih jauh lagi pihaknya menjamin akan melakukan buy back atau membeli kembali terhadap produknya dalam jangka 1 tahun.

"Hanya kita yang bisa melakukan seperti itu," kata Ferry saat ditemui detikFinance, akhir pekan lalu.

Ferry menjelaskan sejak memulai usaha ini pada tahun 2007 lalu saat ini setidaknya sudah ada 30 mitra yang tersebar di Jabodetabek. Tahun ini ia menargetkan bisa menambah mitra hingga 50 gerai.

"Sasaran pasar kita adalah untuk segmen middle low terutama untuk daerah pada perumahan," katanya.

Ia menjelaskan margin si mitra rata-rata dari bisnis ini mencapai 5-10% per produk. Ferry mencontohkan beberapa mitra pertama yang berada di wilayah Mampang Jakarta misalnya bisa meraih margin hingga Rp 20 juta per bulan dengan omset hingga 400-500 juta per bulan.

"Berdasarkan pengalaman balik modal bisa kembali rata-rata 1,5 tahun," imbuhnya.

Ferry menjelaskan sejatinya bisnis toko sangat menggiurkan karena permintaannya dan harganya terus naik. Selain itu konsep toko susu di Indonesia belum terlalu dilirik orang.

Kisah awalnya nyemplung ke bisnis ini sangat unik alias tak sengaja. Awalnya ia seorang pebisnis showroom mobil dan supplier gerai-gerai toko HP.

Ia mencoba mencicipi memberikan modal kepada istrinya untuk bisnis toko susu dengan menggandeng semua prinsipal pabrik susu seperti Kalbe, Sari Husada, Abbot, Wyeth, Nestle, Nutricia, Frisian Flag dan lain-lain. Walhasil bisnis istrinya berjalan mulus, omset miliaran rupiah per bulan berhasil ia raup.

"Iseng-iseng, ternyata omset tokonya bisa sampai Rp 500 juta per bulan, sampai 1,3 miliar," katanya.

*www.detiknews.com