Maswito Terbitkan Buku Ismeth

Kamis, 2 September 2010 00:00 WIB
442x ditampilkan Kepri Terkini

TANJUNGPINANG -Staf Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang, Maswito kembali menerbitkan kumpulan tulisannya tentang mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan istrinya Aida Ismeth dalam sebuah buku.
TANJUNGPINANG -Staf Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang, Maswito kembali menerbitkan kumpulan tulisannya tentang mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan istrinya Aida Ismeth dalam sebuah buku. Buku tentang Aida dan Ismeth tersebut berjudul "Ismeth Abdullah Tokoh Pembangunan Kepulauan Riau" di-louncing, Selasa (16/8) lalu.

Menurut Maswito, bukunya tersebut merupakan kado yang diberikannya kepada Ismeth Abdullah sampena HUT ke 65 Kemerdekaan RI. Dan buku tersebut tersebut diterbitkan oleh penerbit CV Milas Grafika Tanjungpinang yang pada Mei lalu menerbitkan bukunya "Nasibmu Oemar Bakri (Catatan Nurani Seorang Guru)."

Buku tentang Ismeth dan Aida tersebut lanjut mantan Guru SMK Negeri 1 Tanjungpinang berisi 14 kumpulannya tulisannya di media massa, termasuk harian ini kurun waktu 2007 - 2010. Isinya berupa saran, kritikan dan sumbang saran pemikiran terhadap Aida dan juga Ismeth semasa menjabat sebagai Gubernur Kepri. Untuk melengkapi buku ini Maswito juga melakukan wawancara langsung dengan Ismeth dan juga Aida.

Sementara Dekan FKIP UMRAH Tanjungpinang Abdul Malik, M.Pd dalam kata pengantarnya pada buku ini mengatakan, saudara Maswito menulis buku ini dengan jujur dan objektif. Buku ini sangat layak untuk dibaca dan memberikan inspirasi bagi siapapun yang terbiasa untuk berpikiran maju.

Sementara mantan anggota DPD RI asal Kepri, Idris Zaini menyebutkan buku tentang Ismeth dan Aida ini merupakan kumpulan tulisan yang asyik dibaca karena ditulis tanpa pretensi. "Ditulis juga dari sudut pandang seorang guru.Ditulis bukan untuk menggurui, dan bukan sekedar memuji. Isinya informatif tentang keberpihakan pemerintah dan keberpihakan pemimpin kepada dunia pendidikan," ujarnya.

Akhirnya Idris Zaini mengharapkan masyarakat Kepri untuk membaca, memahami dan mengambil hikmah dari kumpulan tulisan ini. Jika masih ada kekurangan, keterbatasan dalam buku ini itu hal wajar. "Perubahan jualah yang sempurna dalam dunia ini," ujarnya mengakhiri.