Sosialisasi Kurikulum 2013 di SMPN 1 Bintan

Jumat, 19 September 2014 12:07 WIB
1426x ditampilkan Bintan

Bintan--Meskipun baru diterapkan di sejumlah sekolah pilihan, pemberlakuan kurikulum baru 2013 di sejumlah daerah terus digalakkan. Sosialisasi untuk mengenalkan bagaimana sistem baru dunia pendidikan ini dilakukan, terus diperluas. Hal ini untuk meratakan pemahaman dan mengevaluasi kendala atau pun sejauh mana sistem ini berlaku di sekolah-sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 1 Kijang Kabupaten Bintan, ibu Siti Rohani M.Pd dengan tegas menepis anggapan bahwa kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang baru. Menurutnya, kurikulum yang diterapkan merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Hal ini diungkapkannya dihadapan peserta Wali Murid atau Orang tua pada sosialisasi kurikulum 2013, yang dilaksanakan di Ruang Perpustakaan Sekolah tersebut, Kamis, 19 -09- 2014 pada pukul 09.30 sampai 11.00 siang.


Banyaknya pihak yang selama ini menganggap bahwa penerapan kurikulum 2013 ini terkesan terburu-buru dan tidak subtansi. Belum lagi anggapan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sepenuhnya belum dikuasai guru-guru, tiba-tiba langsung diubah lagi. Siti Rohani, menjelaskan jika kurikulum baru ini sudah disusun beberapa tahun lalu dengan melihat berbagai kekurangan yang ada pada kurikulum sebelumnya, hanya saja baru diekspos jelang penerapannya.


"Implementasi penerapan kurikulum ini hanya akan sistem pendidikan dan pengajaran di kelas, kebanyakan yang memprotes kurikulum 2013 adalah mereka yang belum memahami sepenuhnya, olehnya itu kami mengadakan sosialisasi ke ibu dan Bapak selaku Wali Murid, "katanya.


Pada kurikulum 2013 ini proses belajar mengajar dimulai dari pengamatan, menanyakan, mengolah, menalar, menyajikan materi, menyimpulkan materi dan terakhir siswa diharapkan mampu menciptakan pemikiran sendiri terkait materi yang dibahas.


“Diharapkan, dengan sosialisasi krurikulum ini seluruh guru mendapatkan materi ESD sebagai pendidikan tentang kelanjutan hidup,” bebernya.