Kapolres, Tiga dari 4 Pelaku Pembuhan Apeng Tertangkap

Rabu, 29 Oktober 2014 06:29 WIB
1181x ditampilkan Karimun

KARIMUN - Motif dibalik perampokan dan pembunuhan sadis yang dialami pemilik toko sembako beralamat di Jl A Yani RT 003 RW 009 Kelurahan Tanjung Batu Kota, Kecamatan Kundur, yakni Thian Pheng (49) alias Apeng, pada 29 September 2014 lalu, terkuak.

 

Kapolres Karimun, AKBP Suwondo Nainggolan menggelar jumpa pers di depan ruang rapat utama (Rupatama) Mapolres Karimun, Selasa (28/10) kemarin.  peristiwa yang terjadi pada Senin, (29/10/2014) sekitar pukul 22.00 WIB dengan korban meninggal dunia, Thian Pheng (49) sebagai pemilik toko sembako, dan Khong Ik Ling (74) merupakan ibu korban yang saat ini mengalami kondisi luka berat, kemudian Rudiyanto (32) adik korban yang kini juga mengalami kondisi luka berat.

 

Motif dari pelaku, berawal dari  tersangka Ranno Pandi alias Opan dan Andika Rahim yang kini berstatus (DPO) minum tuak di pos Dwi Kora Tanjung Batu. Setelah minum, opan yang saat itu terdesak masalah utang kepada orang lain sebesar Rp500 ribu. an Andika (DPO) mengajak untuk merapok, opan pun mengiyakan.

 

Alasan merampok dan akhirnya membunuh Apeng tersebut dibeberkan Opan,  lalu mereka mengambil linggis dan pisau di rumah dari rumah Andika Rahim dengan mengunakan sepeda motor Vega warna hitam.

 

"Saya punya utang lima ratus ribu pak," kata Opan menjawab pertanyaan wartawan soal alasan dia membunuh.

 

Opan mengaku menyesal telah melakukan perampokan dan pembunuhan tersebut. "Saya menyesal telah melakukannya, pak," sambungnya lagi.

 

Tersangka Opan dikatakan Suwondo dikenakan Pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dua tersangka lainnya yakni Utama Imanto alias Tama alias Nanang (25), warga Kilometer (KM) 14, Desa Lubuk Tempan, Kecamatan Kundur. Tama disebut berperan membantu pelarian tersangka Opan dan DPO An. Tama dikenakan Pasal 480 dan tersangka Hafis Firdaus alias Hafis (23), pekerjaan buruh, alamat Baran, Desa Sei Sebesi, Kundur dengan peran diduga membantu pelarian DPO An. Hafis dikenakan Pasal 480.

 

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi yakni sebilah pisau gagang putih, seutas tali tambang warna kuning, satu unit handphone Nokia 7610 warna hitam, sebuah cincin warna kuning, sebuah koper warna merah, satu unit linggis, sehelai celana pendek warna merah, sehelai celana dalam warna krem laki-laki, sehelai kemeja lengen pendek perempuan motif batik warna kuning dan ping ungu, uang tunai Rp 278 ribu, Rp 8 juta dan Rp 400 ribu. 

 

Berikutnya barang bukti selembar kwitansi pembelian anting emas, sepasang anting emas, uang tunai RM 5 serta sepeda motor Yamaha Vega ZR BP 3673 KI.