Sebagian Besar Wilayah Indonesia Terancam Puting Beliung

Rabu, 12 November 2014 11:29 WIB
252x ditampilkan Nasional

Sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim penghujan pada Desember 2014. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim penghujan mundur satu bulan, yang seharusnya sudah mulai pada November 2014 ini. Diperkirakan musim hujan normal.



Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, selain banjir dan longsor yang akan mengancama, ancaman puting beliung perlu diwaspadai.

Tren bencana puting beliung terus meningkat signifikan di Indonesia. Dalam kurun tahun 2003 hingga 2013 kejadian puting beliung meningkat 1.577 persen. Dampak yang ditimbulkan 303 orang meninggal, 252.877 orang menderita, 29.108 rumah rusak berat, 13.184 rumah rusak sedang, 89.576 rumah rusak ringan, dan ratusan fasilitas umum rusak.
 
Sutopo menjelaskan, berbeda dengan bencana lain, seperti banjir, longsor, gempa, tsunami, yang lokasinya mudah dikenali. Daerah rawan puting beliung sulit dikenali karena terkait dengan dinamika atmosfer. Waktu kejadiannya pun juga tergantung pada kondisi atmosfer lokalnya.

Misalnya, puting beliung yang menerjang Kabupaten Magelang pada Selasa (11/11/2014) lalu, diawali mendung tebal pukul 14.00 WIB, namun hujan deras disertai puting beliung berlangsung pada pukul 24.00 WIB. Dampaknya, 4 orang luka ringan dan 396 rumah rusak di 7 kecamatan. Di Boyolali, puting beliung pada (7/11/2014) pukul 15.00 WIB menyebabkan 1.578 rumah rusak meliputi 280 rusak berat, 357 rusak sedang, dan 941 rusak di ringan di 4 kecamatan.
 
"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada," ujar Sutopo.

Puncak puting beliung diperkirakan pada November 2014 hingga Januari 2015 sesuai pola hujannya. Pola hujan di Indonesia ada tiga tipe yakni monsunal, ekuatorial, dan lokal. Sebagian wilayah Riau, Sumsel, Jambi, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalsel dan Kalteng memiliki tipe hujan monsunal, dimana puncak hujan pada Januari. Di Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Kalbar, Kaltim, Sulawesi, Malut dan Papua memiliki tipe hujan ekuatorial, puncaknya November. Sedangkan di Maluku dan Sorong Papua Barat tipe lokal puncak Juni-Juli. [rus]

SUmber: Rmol.co