Harga Cabai di Natuna Tembus Rp110.000

Rabu, 26 November 2014 08:47 WIB
343x ditampilkan Natuna

Harga cabai merah di Pasar Ranai, Natuna terus merangkak naik, bahkan telah menembus Rp110 ribu per kilogram.



Tingginya harga kebutuhan sehari-hari ini sangat dikeluhkan oleh masyarakat setempat.



"Tadi pagi saya beli cabai merah di pasar seharga Rp30 ribu seperempat, Kalau perkilonya sebesar Rp110 ribu. Padahal sebelumnya hanya 70 ribu," kata Fitri, warga RT 03 RW 04 Ranai Kota, Selasa.



Bukan cabai merah saja yang naik, kata fitri, cabai rawit juga demikian dari Rp55 ribu menjadi 85 ribu perkilonya. Begitu juga dengan cabai hijau, naik dari Rp45 ribu menjadi 55 ribu perkilonya.



"Untuk cabai hijau, sedikit mengalami kenaikan dibandingkan dengan cabai merah dan cabai rawit yang naim tinggi," ujarnya.



Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Ranai, Saifull yang masih memiliki stok cabai merah tidak membantah kalau harga cabai merah mencapai Rp110 ribu/kg.



Menurutnya, harga cabai ini sudah mengalami kenaikan semenjak satu minggu belakangan. Rata-rata kenaikan berkisar 10 hingga 20 persen dari harga normal.



Bahkan katanya, untuk beberapa hari ke depan diperkirakan stok cabai akan menipis. Sebab pasokan dari luar daerah seperti Batam dan Tanjungpinang sedikit terhambat, karena stok yang terbatas di agen.



Dengan demikian katanya, harga cabai untuk beberapa hari kedepan akan mengalami kenaikkan harga secara signifikan, mulai Rp20 ribu/kg hingga 30 ribu perkilonya. Sedangkan di kalangan pedagang keliling bisa mencapai harga 140 ribu perkilo.


Tambah Saifull lagi, dalam beberapa hari terakhir dirnya kesulitan untuk mendapatkan pasokan cabai merah, mungkin salah satunya penyebanya aadlah telah dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah, serta dipengaruhi stok dari pertani lokal yang mulai terbatas dan ditambah lagi musim utara yang segera tiba.



"Mahalnya harga cabai merah dikabarkan juga terjadi di sejumlah wilayah lainnya, tidak kecuali Natuna. Sejak pekan lalu sebagian besar bahan kebutuhan pokok sudah naik. Namun yang paling mencolok harga cabai," ujar Saiful



Lantaran mahalnya harga cabai tambah Saifull, banyak pemilik rumah makan mulai membatasi membatasi penggunaan cabai sebagai bahan baku jualannya.



"Langganan yang membeli cabai warung milik saya, sekarang tidak bisa dipenuhi karena mahalnya harga cabai. Untuk kedepan tidak tahu lagi," pungkasnya. (Antara)