Indonesia Terima Rp910 Miliar Investasi di Sektor Pariwisata

Kamis, 11 Desember 2014 06:12 WIB
271x ditampilkan Nasional

Acara Indonesia Tourism Investment Day (ITID) kembali digelar pada Rabu malam, 10 Desember 2014. Acara forum bisnis internasional yang diinisiasi dan difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata RI tersebut, merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali.



Hadir di acara tersebut, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan pentingnya memajukan pariwisata Tanah Air.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa hari, setelah menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Arief mengatakan langsung melakukan koordinasi dengan Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Mochamad Basuki Hadimuljono.

 

Ia juga mengaku telah memberikan 88 daftar kawasan pariwisata strategis di Indonesia.



"Ini, karena pariwisata memberikan kontribusi kepegawaian lebih tinggi daripada di manufaktur, termasuk otomotif," ujar Arief, saat acara Penandatanganan MOU ITID 2014, di l hoteDharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu malam.



Komposisi jumlah wisatawan Indonesia menurut data 2013, mencapai 8,8 juta. Dengan pembangunan pariwisata, Arief optimistis mampu mencapai target 20 juta di 2019, apalagi karena peluang-peluang yang dimiliki Indonesia seperti sumber daya alam, prioritas kepariwisataan, daya saing harga, sumber daya manusia, dan keselamatan, serta keamanan.



Ia juga mengungkapkan, daftar kebutuhan investasi guna mencapai kemajuan pariwisata Indonesia yaitu 120 ribu kamar hotel, 15 ribu restoran, 10 ribu agen travel, 300 taman rekreasi kelas internasional, 2.000 operator diving, 100 pelabuhan, dan berbagai fasilitas pariwisata lainnya.



"Good news-nya opurtuniti kita besar. Saya orang bisnis jadi positif thinking," ujarnya.



Ia juga menyatakan, di ITID 2014, terdapat lima kerja sama pariwisata yang jika ditotal menghasilkan jumlah investasi mencapai Rp910 miliar.

*viva