Menghindar Pemeriksaan Petugas, Janda Asal Karimun Buang Narkoba Kelaut

Rabu, 17 Desember 2014 06:06 WIB
984x ditampilkan Karimun

KARIMUN - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya B Tanjung Balai Karimun berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba. Modus baru pelaku dengan cara membuang barang haram tersebut ke laut sebelum kapal bersandar dan melewati mesin pemindai barang (x-ray) di pelabuhan.

 

Selain menemukan bungkusan plastik berisi narkoba, petugas juga mengamankan seorang wanita berkewarganegaraan Indonesia. Yeni Juliati (YJ), seorang ibu rumah tangga warga Karimun.

 

YJ ditangkap saat petugas menggeledah kapal feri Tuah I saat hendak merapat di pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun dari Malaysia atau tepatnya di sekitar perairan Tanjung Rambut, Coastal Area, Jumat (12/12/2014) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Begitu tahu ada penggeledahan, YJ membuang barang bukti narkoba ke laut dari jendela kapal. Untungnya aksinya itu diketahui dua kapal patroli BC-500/Kancil dan BC-15034/Spider yang mengawal kapal feri Tuah I itu. 

 

Karena curiga apa isi bungkusan tersebut, petugas BC lalu memeriksa kantong plastik yang sempat tenggelam dan kemudian muncul ke permukaan laut itu. 

 

"Setelah diperiksa, ternyata isi di kantong plastik itu adalah bubuk warna putih yang diduga heroin dengan berat 38,67 gram," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Abien saat ekspose tangkapan narkoba, Selasa (16/12) sore.  

 

Saat bungkusan hitam yang dibuang ke laut itu dibuka, petugas mendapati narkoba jenis heroin seberat 38,67 gram. Sementara barang bukti di dalam kapal berupa satu plastik bening ganja kering sekitar 6,41 gram, sabu-sabu 0,62 gram, heroin warna pink 0,72 gram dan ekstasi setengah butir.

 

Kabid PSO DJBC Khusus Kepri, R Evy menambahkan modus menyelundupkan narkoba dengan cara dibuang ke laut merupakan modus baru di Karimun. Hal itu ia duga pelaku hendak menghindari pemeriksaan petugas BC di terminal kedatangan pelabuhan internasional Karimun. Ia juga berterimakasih atas informasi warga sehingga pihaknya sukses mengungkap kasus tersebut.