Kinerja Pemkab Lingga Dinilai Lamban Menyikapi Permasalahan Di Masyarakat

Rabu, 21 Januari 2015 15:20 WIB
592x ditampilkan Lingga

LINGGA - Setelah harga BBM yang turun secara nasional baru-baru ini belum ada tanda-tanda penurunan harga barang maupun transportasi di wilayah Kabupaten Lingga ini. Lambannya Pemkab Lingga dalam merespon turunnya harga BBM tersebut, harga tiket Lingga-Batam, Tanjungpinang dan harga sembilan bahan pokok (sembako) masih belum mengalami penurunah harga dilihat dari kondisi di lapangan . Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Limbung Informasi Rakyat (LIRA) kepada media ini, menilai lambannya Pemkab Lingga dalam menyikapi permasalahan yang menjadi hal penting di mata masyarakat, Rabu (21/2).


"Pejabat publik itu, dalam dalam mengambil kebijakan terkait pelayanan tranportasi masa, sebaiknya harus cepat tidak ada kata besok. Karena untuk menandatangani SK terkait penurunan harga tersebut tidak perlu menunggu bupati atau gubernur, unsur dibawahnya juga bisa seperti Kepala dinas," kata Said Hendri, Wakil Bupati LIRA, Rabu (21/1).


Khusus untuk transportasi dan harga bahan pokok, katanya, ini merupakan kebutuhan semua lapisan masyarakat dan semua akan merasakan dampaknya, mulai dari yang susah sampai kaya sekalipun.


Untuk itu, pejabat terkait tidak boleh lamban dalam menyikapi hal ini. 
Sesuai dengan peraturan pemerintah pusat, untuk angkutan regional atau angkutan dalam provinsi merupakan Kebijakan gubernur.


Sementara untuk tarif lokal atau dalam kota Lingga merupakan kebijakan bupati.

"Semua orang di NKRI ini tahu, kalau BBM itu sudah dua kali turun. Kemarin dasar pengusaha atau pemerintah menaikkan harga karena adanya kenaikan BBM. Sekarang ketika BBM turun, artinya semua juga harus turun," kata Said.


Pantauan di lapangan, tidak hanya harga sembako dan transportasi, beberapa kios masih menjual BBM dengan harga yang lama. Alasan pemilik kios, karena belum mendapat instruksi dari dinas terkait.