Dijaga Preman, 7 Orang Karyawan Yee Woo Dipukuli Preman Sewaan Industri

Senin, 2 Februari 2015 13:14 WIB
1167x ditampilkan Batam

Batam - permasalahan kaburnya perusahaan garmen asal China Yee Woo kembali dirundung serius, hal ini dikarenakan 7 orang karyawan perusahaan tersebut dipukuli oleh oknum - oknum yang diiduga merupakan sewaan dari pihak kawasan industri.

Para pekerja yang berhasil lolos dari kawasan tersebut mengakui pemukulan terjadi pada pukul 07.00 pagi. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, ketua PUK PT. Yee Woo Infonesia heriyanto membenarkan pemukulan tersebut. Heriyanto menjelaskan pada pagi itu pihak kawasan datang dengan kawalan pihak kepolisian untuk memaksa memindahkan aset-aset perusahaan.


Tidak rela dengan perlakuan tersebut sontak karyawan yang masih berada didalam kawasan industri tentu saja mempertahankan aset tersebut. Setelah itu terjadi bentrokan yang melukai 7 karyawan yang salah satunya sedang hamil.


Pada pukul 10.00 WIB, rahman yang terluka dibagian wajah, damayanti dibagian tangan dan satu pekerja lainnya yang mendapat sobek dikaki akibat pemukulan keluar dari kawasan dan langsung dilarikan ke RS Camatha sahidya muka kuning.


Pada pukul 11.00 siang WIB, seorang pekerja yang tengah hamil dan juga salah satu korban pemukulan keluar dari kawasan tunas dan dilarikan kerumah sakit. Sampai dengan berita ini diturunkan belum ada kabar dari dalam dikarenakan wartawan dilarang masuk oleh preman-preman yang disewa industri.