Pemda Diimbau Tambah Armada Angkutan Umum

Selasa, 24 Februari 2015 06:07 WIB
348x ditampilkan Nasional

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengimbau Pemerintah Daerah untuk menambah jumlah armada angkutan umum yang beroperasi guna mengurangi tingkat polusi di wilayah masing-masing. Kendaraan pribadi yang terus bertambah setiap tahun dinilai sebagai faktor utama menurunnya kualitas udara di beberapa kota di Indonesia.

 



Imbauan tersebut tercantum dalam hasil Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) 2014 yang akan disampaikan oleh kementerian kepada pemda dalam pekan ini. Menurut Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan KLHK, Karliansyah, menurunnya kualitas udara di kota-kota di Indonesia juga turut dipengaruhi oleh jenis bahan bakar dan kepadatan jalan raya.



"Untuk kementerian yang terpenting adalah menggunakan bahan bakar kendaraan yang tidak berjenis minyak. Gas bisa menjadi solusinya. Angkutan massal juga perlu diperbanyak agar masyarakat tidak membawa kendaraan pribadi. Kemudian, prinsip eco driving juga harus diterapkan agar kendaraan dapat berjalan stabil dan mengurangi konsumsi bahan bakar," ujar Karliansyah saat dihubungi CNN Indonesia, Senin (23/2).


Menurutnya, prinsip eco driving tersebut, dengan kendaraan berjalan semakin stabil, akan berdampak pada meningkatnya kualitas udara di wilayah tersebut. Karliansyah merujuk stabil di sini pada lancar atau tidaknya lalu lintas di suatu kota.



"Jika kendaraan stabil, itu tandanya kemacetan dapat dihindari," ujar dia.



Berdasarkan riset EKUP 2014 KLHK, Palembang didaulat sebagai kota metropolitan dengan kualitas udara terbaik di Indonesia. Selain Palembang, kota Surabaya, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Medan juga masuk ke dalam jajaran lima besar kota metropolitan dengan kualitas udara terbaik di Indonesia.



Dalam melakukan EKUP sejak Maret hingga Oktober 2014, KLHK memasukan kota yang berpenduduk di atas satu juta jiwa ke dalam kategori kota metropolitan. Total, terdapat 13 kota metropolitan yang diukur kualitas udaranya oleh KLHK pada tahun lalu. (CNN Indonesia)