MP Golkar, Kubu Agung Laksono Diminta Selenggarakan Kongres Tahun 2016

Rabu, 4 Maret 2015 05:50 WIB
380x ditampilkan Nasional

Mahkamah Partai Golongan Karya tak memberikan amar putusan yang kuat terkait kisruh internal Partai Golkar antara kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono. Muladi dan Natabaya tak memberikan dukungan terhadap kedua kubu, sedangkan Jasri Marin dan Andi Matalatta memutuskan menerima hasil Munas Jakarta.



Putusan yang terpecah dalam Mahkamah Partai Golkar membuat kedua kubu yang sedang berseteru mengklaim hasil yang berbeda satu sama lain. Kubu Agung Laksono mengklaim mereka menang sementara kubu Ical menganggap putusan Mahkamah Partai Golkar seri alias tak ada yang dimenangkan.


Wakil Ketua Umum (Waketum) versi Munas Jakarta, Priyo Budi Santoso mengatakan amar putusan yang diungkapkan Jasri Marin dan Andi Matalatta mengesahkan kepengurusan Munas Jakarta. Namun dirinya menyayangkan kubunya tak diberi kemenangan mutlak karena tak semua permohonan diterima Mahkamah Partai Golkar.


"Dua hakim (Muladi dan Natabaya) hanya merekomendasikan tidak memberi amar putusan siapa yang menang, tapi amar dua hakim lainnya memberi putusan yang sah adalah kepengurusan Munas Jakarta," ujar Priyo saat ditemui pasca sidang, Selasa (3/3).


Kemenangan tak mutlak yang diungkapkan Priyo maksudnya adalah karena kepengurusan Munas Jakarta diberi waktu hingga Oktober 2016 untuk melaksanakan Munas X Partai Golkar. Hal tersebut disayangkan karena mereka menginginkan bisa berkuasa selama lima tahun, alias hingga 2019. (CNNIndonesia)