RI Rancang Pesawat Tempur Siluman

Jumat, 20 Maret 2015 09:49 WIB
984x ditampilkan Teknologi

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Indonesia pernah merancang 2 jenis jet tempur canggih generasi 5, di 2012 lalu. Program ini bernama Lapan Fighter Experiment (LFX).


Pesawat tempur generasi ke-5, merupakan jet tempur generasi paling mutakhir. Lewat teknologi generasi ke-5 ini, jet tempur LFX mampu mengelak alias menghilang dari radar musuh. Wajar bila jet tempur generasi ke-5 dijuluki pesawat siluman.

Pesawat tempur generasi ke-5 sudah dikembangkan dan diproduksi oleh Amerika Serikat (AS), untuk tipe F-22 dan F-35, serta Rusia dengan Sukhoi PAK FA.

"Kita buat requirement itu generasi ke-5. Itu sudah ada di Amerika dan Rusia," kata Peneliti Utama LAPAN Sulistyo Atmadi, Kamis (19/3/2015).

Tidak hanya AS dan Rusia yang masuk ke kelas jet tempur generasi ke-5, negara Asia seperti Jepang dan Tiongkok juga telah masuk ke dalam pengembangan jet tempur siluman.

Sulistyo menjelaskan, pengembangan jet tempur generasi ke-5 bertujuan membantu TNI di dalam penyediaan pesawat modern untuk keperluan perang.

Tidak hanya itu, ia yang berperan sebagai tim pengembang ingin melakukan regenerasi dan peningkatan kemampuan rekayasa pesawat tempur di kalangan peneliti muda LAPAN.


Selain program jet tempur LAPAN, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan, juga menggandeng Korea Selatan untuk mengembangkan pesawat tempur canggih generasi 4.5. 

Pesawat ini masih di bawah generasi yang diusulkan LAPAN. Pesawat tempur kerjasama Indonesia dan Korsel tersebut bernama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Pesawat ini bisa mengudara dan produksi massal pada tahun 2020.

"Intinya kita siapkan SDM kalau diminta bantu program KFX/IFX bisa itu," sebut Sulistyo.

Pengembangan pesawat asli karya anak negeri juga pernah mencuri perhatian dunia, saat BJ Habibie melalui PT Dirgantara Indonesia meluncurkan pesawat baling-baling bermesin turboprop bernama N-250. 

Tidak berhenti di situ, Habibie kemudian masuk ke kelas pesawat jet komersial, N2130. Pesawat tersebut dirancang dan dikembangkan sejenis dengan pesawat Airbus 320 dan Boeing 737. Karena krisis ekonomi 1998 dan desakan International Monetary Fund (IMF), maka program pengembangan pesawat komersial karya anak bangsa disetop. 

Akhirnya para mekanik pesawat Indonesia banyak yang hijrah ke pabrikan pesawat dunia, seperti Embraer di Brasil, Bombardier di Kanada, Boeing di AS, hingga Airbus di Prancis.

(DTK)