Adi Korban Tabrakan Loder Senin Akan Menjalani Operasi

Ahad, 22 Maret 2015 20:52 WIB
158x ditampilkan Karimun

KARIMUN - Adi Catur Syahputra (26), korban kecelakaan loder yang menghatam rumahnya RT 01 RW 03, Guntung Punak, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Tebing, hingga kini belum bisa dioperasi. Adi dijadwalkan akan menjalani operasi pada Senin (23/3) di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seharusnya Adi sudah menjalankan operasi namun dilakukan penundaan operasi terhadap karyawan PT Bukit Granit Mining Mandiri (BGMM) itu dikarenakan pen, alat penyambung tulang patah di rumah sakit milik RSBT sedang kosong. Berbeda dengan anaknya Restu Bilal Syahputra yang telah berhasil dilakukan operasi Jumat (20/3/2015) kemarin. Bilal mengalami patah kaki kanan. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

 

“Ditunda karna pen, alat penyambung tulang patah di rumah sakit habis. Dijadwalkan ulang Senin besok operasinya. Tapi anaknya Alhamdulillah sudah menjalani operasi,” ujar seorang rekan korban, Sabtu (21/3/2015).

 

Hingga hari ini rumah korban yang ditabrak oleh loder tersebut masih di Police Line (garis Polisi). Kecelakaan tersebut menyebabkan satu penghuni rumah atas nama Uneri alias Juju (25) tewas. Saat kejadian tersebut Korban Uneri alias Juju di dalam rumah dilaporkan tengah baring-baring bersama anak dan suaminya. Juju tewas diduga akibat terlindas roda loder yang besar dan keras mengenai bagian dada dan lehernya. Kondisi Juju diperparah dengan badannya tertimpa reruntuhan bangunan rumah usai ditubruk loder.

 

Pejabat Pemberi Informasi (PPI) Polres Karimun, Kompol Arifin Sihombing mengaku belum menerima laporan perkembangan proses penyelidikan dari Satlantas. “Belum tahu karena belum ada laporan ke saya dari Satlantas,” ujar Arifin.

 

Hingga kini Arbaim merupakan karyawan di PT Karimun Granite (KG) di Pasirpanjang, Kecamatan Meral Barat. Udah menjalani pemeriksaan di Mapolres Karimun, sedangkan loder yang ia dikemudikan diamankan di tempat terpisah yakni di Mapolsek Tebing.