Fitra: Bos Pajak Layak Dicopot

Senin, 13 April 2015 17:20 WIB
393x ditampilkan Nasional

Meski diberikan banyak fasilitas oleh negara, kinerja Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) pimpinan Sigit Priadi Pramudito masih loyo. Penerimaan pajak kuartal I 2015 malah terburuk dalam lima tahun.



 Direktur Centre for Budget Analisys (CBA) Uchok Sky Khadafi mendesak Presiden Jokowi segera mencopot Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito. Pasalnya, Sigit yang baru dilan­tik sebagai Dirjen Pajak pada 6 Februari lalu gagal mencapai target penerimaan pajak tiga bulan pertama tahun 2015.



"Dirjen Pajak telah gagal me­mobilisir bawahannya untuk mencapai target negara dalam penerimaan pajak. Kalau yang bersangkutan tidak bersedia mun­dur, maka Presiden Jokowi yang harus mencopotnya," katanya.


Uchok melihat, tidak terca­painya target penerimaan pajak disebabkan para petugas pajak tidak serius dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. "Ini lan­taran para petugas pajak sedang terlena dengan fasilitas besar yang diberikan negara belakangan ini," ujarnya.


Seharusnya, Dirjen Pajak bisa mencegah petugas pajak keena­kan makan gaji buta karena sudah mendapat banyak fasilitas yang dibiayai dari uang rakyat tersebut. "Kalau pada triwulan berikutnya Dirjen Pajak gagal memenuhi target, pemerintahan Jokowi nantinya yang bakal menanggung resiko sebab pem­bangunan infrastruktur akan sangat terganggu, negara akan hancur," tekannya.


Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengakui perolehan pajak pada  triwulan pertama tahun 2015 ini adalah prestasi terburuk dalam lima tahun terakhir. Berdasakan catatan Ditjen Pajak yang di­laporkan Menkeu Bambang Brodjonegoro kepada Presiden Jokowi, realisasi setoran pajak dari awal tahun hingga 28 Maret 2015 sebesar Rp 170 triliun. Jumlah ini hanya 13,65 persen dari target tahunan sebesar Rp 1.296 triliun. Padahal penerimaan pada triwulan I ini jauh di bawah periode sama pada 2014, yang mencapai Rp 264,4 triliun atau 19,2 persen dari target Rp 1.280 triliun. (RMOL)