Minat Baca Tentukan Kualitas Penggerak PKK

Rabu, 22 April 2015 10:30 WIB
385x ditampilkan Bintan



 Beliau berpesan pada Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan masyarakat agar banyak belajar dan membaca buku.
 
Terbangunnya peradaban yang maju tidak terlepas dari pengaruh tingginya minat baca masyarakat. Maka, tidak mengherankan jika kebiasaan membaca menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kualitas bangsa. “Minat baca sangat menentukan kualitas bangsa. Karena kebiasaan membaca turut menciptakan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, bermutu bagi bangsa dan negara,” ujarnya mantap.

Ia mengatakan, negara seperti Jepang, Amerika, Jerman dan negara maju masyarakatnya punya tradisi gemar membaca buku sehingga kemajuan peradabannya sangat pesat. Masyarakat dari negara tersebut sudah menjadikan buku sebagai sahabat yang menemani segala aktifitasnya. “Di Indonesia, kebiasaan ini belum banyak tampak. Malah, yang nampak baru sebatas gemar baca SMS,” terangnya yang disambut tepuk tangan sekitar puluhan penggerak PKK yang hadir.

Lanjutnya bedasarkan laporan Bank Dunia, minat baca anak Indonesia termasuk rendah sekitar 51,7 persen. Minat baca yang rendah ini, dibawah Philipina 52,6 %, Thailand 65,1 %, Singapura 74 % dan Jepang 82,3 %. Data BPS menyebutkan bahwa membaca buku bagi masyarakat Indonesia belum menjadi sumber informasi, mereka lebih memilih untuk menonton TV sebesar 85,9 %, mendengarkan radio 40,3 persen dan membaca koran 23,5 %.