Ketua HIPKAL Turut Sesalkan Pemberhentian THL Oleh Pemerintah Daerah

Kamis, 7 Mei 2015 05:29 WIB
538x ditampilkan Lingga

LINGGA - Kebijakan yang diambil pemerintah daerah terhadap pemberhentian Ratusan Tenaga Harian Lepas (THL) yang bekerja di setiap SKPD yang ada di Kabupaten Lingga. Disesalkan M. Samin, Tokoh Masyarakat Lingga, sekaligus ketua Himpunan Insan Pers Kabupaten Lingga (HIPKAL),Pasalnya selama 11 tahun kabupaten Lingga terbentuk pemerintah belum berhasil menciptakan lapangan pekerjaan.


" Kita sangat miris, melihat anak-anak daerah yang kerja di pemerintahan, yang gajinya tidak seberapa, di PHK oleh pemerintah," kata M. Samin, kepada Terkininews, Rabu (6/5).

Dia mengatakan, sebagai tokoh masyarakat dan asli daerah Kabupaten Lingga, sangat menyayangkan kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah, yang tidak berpikir panjang dan dampak yang akan terjadi.

" Kalau kita lihat, dampaknya akan sangat luar biasa, mereka yang di PHK, mau bekerja apa. Kalau mereka tidak bekerja, mereka mau makan apa," tegasnya.

Hemat M. Samin, kilas balik pemerintahan Bupati Lingga, H. Daria dan Abu Hasim, selama 11 tahun meminpin Kabupaten Lingga, belum ada satupun lapangan pekerjaan yang bisa diciptakan, untuk menampung anak-anak daerah Kabupaten Lingga.

" Jadi semua putra daerah Lingga, hanya mengharapkan bisa bekerja di kantor dinas pemerintahan, meski gajinya hanyan Rp 1.200.000, perbulannya. Itupun dibayarkan pertiga bulan," tuturnya.

Menurutnya, pemberhentian para THL yang dilaksanakan oleh pemerintah. Tidak masuk akal. Pasalnya pemerintah dan kepala SKPD bisa menghabiskan dana rutin melalui perjalanan dinas sampai ratusan juta pertriwulannya. Sementara gaji THL yang tidak seberapa tidak bisa dibayarkan oleh Pemerintah.

" Ini pemerintahan yang hanya bijak untuk dirinya sendiri. Tanpa mau memikirkan nasib rakyat kecil," katanya dengan nada emosi.

Dia juga mengatakan, Kabupaten Lingga, dibentuk untuk mensejahterakan masyarakat dan memaksimalkan pembangunan dengan otonomi daerah." Tetapi kalau seperti ini caranya, pemerintah bukan lagi mensejahterakan rakyat. Tetapi membunuh masyarakat secara pelan-pelan," tegasnya.