DPP KNPI Minta Negara ASEAN Peduli Terhadap Etnis Rohingya

Sabtu, 30 Mei 2015 12:39 WIB
299x ditampilkan Nasional

Eksodus kependudukan secara besar-besaran dari satu negara ke negara lain jika tidak ditangani bersama oleh negara-negara ASEAN dapat menimbulkan instabilitas di kawasan ASEAN.


Hal ini jugalah yang menjadi perhatian DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk meminta negara-negara ASEAN peduli terhadap penanganan ribuan etnis Rohingya dan Bangladesh di Aceh



"Negara-negara ASEAN dapat bersama-sama menyelesaikan persoalan pengungsi Rohingya secara berkelanjutan," ungkap Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (30/5).



Lebih jauh, Rifai menjelaskan, pemerintah harus cermat dalam menangani permasalahan pengungsi. Sebab, tak menutup kemungkinan lonjakan pengungsi akan terjadi dan menyasar ke Indonesia.



"Kita harus lebih hati-hati dalam era globalisasi (tanpa batas), waspada terhadap pertahanan dan ketahanan bangsa, hubungannya dengan kemampuan bangsa terhadap penanganan," sambung Rifai.



Sejurus dengan Rifai, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP KNPI Doni Harsiva Yandra mengutip pernyataan PBB bahwa Rohingya adalah etnis minoritas paling menderita di dunia. Dia meminta lembaga Internasional seperti Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan organisasi internasional untuk migrasi (IOM) serta segenap komponen turun tangan menyelesaikan permasalahan Rohingnya sehingga dapat dicapai solusi penanganannya secara permanen.



"Semestinya, pemerintah terus berupaya mengajak negara-negara ASEAN ikut serta menangani pengungsi Rohingya," ujar Yandra.



"KNPI menyesalkan di Myanmar ada tokoh politik seperti Aung San Suu Kyii yang tidak tergerak untuk memperhatikan kaum ethnis Rohingya tersebut. Ethnis Rohingya berjumlah lebih dari satu juta jiwa, kenapa Aung San Suu kyi diam saja ketika kaum minoritas rakyatnya menderita penganiyaan dan perampasan," sambung Nevi Ervina Rahmawati, Ketua Bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana DPP KNPI.



Kendati demikian, langkah pemerintah RI menampung pengungsi Rohingnya di Indonesia dan mengembalikan pengungsi suaka Bangladesh sudah tepat dari aspek kemanusiaan. 



KNPI juga patut berterima kasih kepada warga Aceh secara khusus dan masyarakat Indonesia yang telah lebih awal peduli dan ikut ambil bagian dalam menampung pengungsi dan mengajak semua komponen untuk ikut membantu dan peduli. [rmol/rus]