Dinas PU Pecat 101 THL Kebersihan

Senin, 1 Juni 2015 11:19 WIB
999x ditampilkan Lingga

LINGGA - Menyusul efesiensi anggaran yang masih belum jelas hingga pertengahan tahun ini. Kini dinas pekerjaan umum (PU) Kabupaten Lingga pula mengistirahatkan sebanyak 101 orang tenaga harian lepas (THL) bagian kebersihannya, Senin(1/6/2015).

 

101 THL yang di Istirahatkan oleh dinas PU  ini, rata-rata merupakan lansia. Mereka mengemban tugas sebagai tenaga kebersihan kota yang setiap harinya membersihkan jalan dan mengangkut sampah ke tempat pembuangan sampah.

 

Para THL tersebut akhirnya bernasib sama dengan THL yang telah lebih dulu di istirahatkan oleh beberapa SKPD sebelumnya. 101 THL dinas PU ini diberi penjelasan tentang dinonaktifkan sementara, terhitung mulai 1 Juni hingga 12 Juni mendatang, sampai adanya keputusan final yang didapat dinas.

 

“anggaran sudah tidak ada jadi kami terpaksa mengistirahatkan para THL bagian kebersihan ini. Meski tak tega tapi ini harus dilakukan. Pengistirahatan ini terhitung tanggal 1 Juni hingga 12 Juni mendatang. Setelah itu baru kami kumpulkan lagi untuk keputusan final dan sekaligus pelunasan gaji mereka. Karena untuk beberapa bulan terakhir ini Dinas PU masih belum membayar gaji para THL ini.” Kata Amrullah, selaku staf bagian kebersihan dari dinas PU, baru ini.

 

Amrullah menjelaskan, Dinas PU telah berupaya mempertahankan para THL ini, khusunya bagian kebersihan tersebut. "ya mau bagaimana lagi, anggaran sudah tidak ada jadi kami terpaksa mengistirahatkan sementara menyusul keputusan final kelak," paparnya.

 

Sementara itu, salah seorang THL kebersihan yang tidak mau menyebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemkab Lingga. Ia pasrah karena mau tidak mau keputusan harus diterima. Namun, ia tetap akan menagih janji pembayaran gaji yang tertunda beberapa bulan terakhir.

 

“Ya semua tergantung yang punya wewenang , kita orang kecil ini nurut saja terhadap keputusan ini (mengistiratakan THL_red). Saya hanya pasrah saja, tapi janji ya harus ditepati jangan sampai nanti gaji saya dan kawan-kawan tak dibayar.”imbuhnya.

Setelah diistirahatkan, rata-rata THL tersebut belum punya rencana pekerjaan lain sebagai pengganti untuk mengatasi kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka. Ditambah dengan kondisi bulan ramadhan dan idulfitri, yang dikhawatirkan akan semakin mempersulit kondisi perekonomian mereka.