Diduga Sindikat Ijazah Asli Tapi Palsu Beredar Di Lingga

Jumat, 5 Juni 2015 13:47 WIB
537x ditampilkan Lingga

LINGGA - Diduga penggunaan sindikat ijazah asli tapi palsu beredar banyak di Kabupaten Lingga. Ijazah ini digunakan mulai dari pejabat tingkat desa hingga pegawai negeri sipil (PNS).


Munculnya ijazah palsu ini karena untuk memenuhi persyaratan administratif agar dapat menduduki jabatan tertentu. Adapun ijazah palsu yang banyak beredar mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, Kamis (5/6).


Informasi yang didapat media ini dari sumber terpercaya mengatakan, ia sudah mendapati beberapa informasi mengenai peredaran ijazah palsu ini. Adapun ini dicari untuk menduduki jabatan tertentu, mulai dari kepala desa hingga PNS. Bahkan, ada pejabat yang menduduki jabatan strategis di pemerintahan menggunakan ijazah palsu.


"Kalau Ijazah asli tapi palsu di kabupaten kita ini sudah bukan rahasia umum lagi. Kalau mau di cek banyak yang menggunakan ijazah aspal. Karna mereka itu ngurus ijazah kalau ada keperluan saja,  seperti mau mencalonkan diri menjadi kepala desa, atau sudah jadi maupun perangkat lainnya yang mengsyaratkan harus punya ijazah," kata Sumber tersebut, Kamis (4/6).


Selain itu, dirinya juga pernah mendapati beberapa PNS di Kabupaten Lingga yang mengurus ijazah palsu di beberapa perguruan tinggi. Khususnya ijazah D3 dan S2. Rata-rata perguruan tinggi mereka berasal dari beberapa Kota besar di Kepri maupun Luar Kepri, seperti Pekanbaru, Jakarta, Bandung.


"Saya pernah bertemu dengan salah satu oknum yang mengaku mengurus ijazah di perguruan tinggi di Jakarta. Dan Oknum itu juga sempat bercerita kalau beberapa temannya juga banyak yang membuat ijazah asli tapi palsu tersebut untuk keperluan tertentu," ungkap nara sumber yang juga pernah menduduki jabatan strategis di pemerintahan ini.


Disebutkannya, mendapatkan ijazah asli tapi palsu itu ada yang cuma ingin gengsi-gengsian dengan gelar. Ada juga yang ingin menduduki jabatan tertentu.


Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga melalui Kabid Dikdas Rahmat Surya Siregar mengatakan akan berkoordinasi dengan pimpinannya dan Lembaga-lembaga terkait baik di Kabupaten, Provinsi maupun pusat khususnya untuk melakukan pengecekan mengenai hal ini.


"Nanti akan saya sampaikan ke pimpinan. Sebenarnya hal ini memang penting, tapi kita lihat kondisi dulu bagaimana, apakah kita akan lakukan pengecekan atau kita akan koordinasi dengan lembaga-lembaga di tingkat provinsi dan kabupaten," katanya.