UMY Luncurkan Ahmad Syafii Maarif School

Rabu, 8 Juli 2015 04:37 WIB
416x ditampilkan Pendidikan

Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (7/7), meluncurkan Ahmad Syafii Maarif School of Polical Thought and Humanity. Lembaga ini memiliki visi sebagai lembaga terkemuka dalam kajian Islam yang moderat, progresif, dan inklusif yang bermanfaat bagi bangsa dan kemanusiaan.


Demikian diungkapkan Direktur Pascasarjana UMY, Achmad Nurmandi pada soft launching di Yogyakarta, Selasa (7/7). Kini Pascasarjana UMY memiliki tiga lembaga, yaitu Ahmad Syafii Maarif School of Polical Thought and Humanity, Jusuf Kalla School, dan Mahatir Muhammad School. 

Lebih lanjut, Nurmandi mengatakan, lembaga ini diharapkan bisa menelorkan kajian Islam yang dapat digunakan di Indonesia dan dunia internasional. Hasil pemikiran harus ditulis dalam jurnal dengan Bahasa Arab dan Inggris. 

Pengambilan nama lembaga ini, kata Nurmandi, untuk meneladani Ahmad Syafii Maarif yang merupakan seorang tokoh yang telah memberikan banyak kontribusi pemikiran tentang politik dan kemanusiaan. "Reputasi Buya Syafii (panggilan akrab Ahmad Sayafii Maarif) tidak hanya diakui pada level nasional, tetapi juga internasional," katanya.

Buya Syafii, kata Nurmandi, pernah menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah dan presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP). Di dunia internasional pernah mendapat perhargaan dalam peace and international understanding dari Ramon Magsaysay.

"Lembaga ini dibentuk untuk memonumentalisasi pemikiran-pemikiran Buya. Sehingga reputasi beliau menginspirasi generasi mendatang secara berkesinambungan," kata Nurmandi.

Sementara Buya Syafii mengatakan, penamaan lembaga ini bukan atas inisiatif dirinya. Ia merasa bersyukur bila pemikirannya berguna. "Padahal sebagian besar hidup saya sia-sia. Saya baru berumur 45 tahun ke atas baru berkiprah, sedang Bung Hatta pada umur 26 tahun sudah menjadi ketua delegasi Indonesia di Belanda. Saya orang kampung, hidup saya sig-sag," kata Buya.(ROL)