Presiden Jokowi Menyesalkan Benturan Tolikara Papua

Sabtu, 18 Juli 2015 14:51 WIB
398x ditampilkan Nasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan dan meminta maaf atas peristiwa penyerangan jamaah salat Idul Fitri dan pembakaan masjid di Tolikara, Kabupaten Karubaga, Papua. Pernyataan dari Presiden Jokowi itu disampaikan oleh Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya.



"Ini musibah dan atas nama Presiden, saya memohon maaf," katanya di Kantor Staf Khusus Presiden Gedung Sekretariat Negara Jakarta, Sabtu.

Lenis mengatakan sudah melaporkan insiden itu kepada Presiden melalui Sekretaris Pribadi dan juga kepada Seskab Andi Widjajanto pada Jumat malam. "Saya juga minta izin untuk menggelar jumpa pers pada pagi ini," katanya.

Ia menyebutkan pemerintah akan segera membangun kembali bangunan yang rusak atau terbakar termasuk rumah dan pasar. "Tanggal 29 Juli ini saya akan sana, kami akan selidiki, jangan khawatir negeri ini kaya," kata Lenis yang juga Kepala Suku Papua.

Lenis menjelaskan berdasar laporan dari Masyarakat Adat Papua, akibat kejadian itu satu orang meninggal dan 12 orang mengalami luka. "Ini sudah ada pelanggaran hukum. Siapa yang melakukan tindakan kekerasan harus diproses secara hukum," katanya.

Ia pun tidak percaya peristiwa itu bisa terjadi di Papua. Sebab sepanjang ingatannya tidak pernah ada konflik yang mengatasnamakan agama di Papua. Lenis menyebutkan berdasar kalender nasional, tanggal 17-18 Juli 2015 sudah ada agenda nasional sehingga semua pihak di daerah harusnya saling berkoordinasi dan berkomunikasi.

"Perlu ditanyakan kepada pemda, polres, gereja dan pihak lain apa pernah bicara soal agenda di kalender ini atau tidak. Jangan sampai yang disalahkan hanya masyarakat," katanya.