Netizen Sebut Wapres JK Bapak Speaker Indonesia

Senin, 20 Juli 2015 23:28 WIB
1455x ditampilkan Nasional

Kasus pembakaran masjid di papua masih hangat diperbincangkan hingga kini. Rakyat biasa hingga pembesar negeri angkat bicara. Tidak ketinggalan wakil presiden kita, Jusuf Kalla. Dan beliau masih dengan mengangkat teori yang ia tekuni, speaker.


Jusuf Kalla mengatakan bahwa penyebab dibakarnya musholah di papua adalah karena suara speaker yang menggangu umat kristiani disana. Spontan pernyataan bapak wakil presiden ini segera dihujani Bully oleh Netizen.


Meme-meme bernada bully untuk beliau juga bermunculan. Bahkan ada yang membuat meme dan mendaulat Jusuf Kalla sebagai ‘Bapak Speaker Indonesia’
Tidak hanya bully, bantahan terhadap pernyataan ‘speaker’ juga hadir dari netizen.


Salah satunya datang dari andi nan, warga Papua “Saya Papua, saya Muslim. Saya beritahu pak JK, bukan karena speaker!. Malam takbiran kita dipinjamkan sahabat nasrani speakernya. Harga satuannya 10 juta dan kita dipinjamkan 8 unit untuk menggemakan takbir. Tulang sampai ngilu mendengar takbirnya. Sayang tidak sempat difoto. Umat Kristen ikut pawai. Andai pak JK lihat keakraban kami, anda pasti berdecak kagum. Kami sholat tarawih dengan syekh Naim Al-Hafidz dari Pelestina dan kami dijaga sahabat dari nasrani. Tolong jangan membuat komentar sara. Kasihanilah kami yang disini. (pernyataan anda-red) bisa merusak persahabatan kami.” Demikina yang disampaikanya.


Bsetelah bully, bantahan, kini gugatan hadir menyambut pernyataan ‘speaker’. Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain ‏merasa heran dengan sikap JK. Pasalnya, JK dengan gampang menyalahkan pengeras suara sebagai biang keladi penyerangan jemaat GIDI ke umat Islam yang menjalankan shalat.


Kasus Torikara krn Speaker? Bagaimana mau khutbah di lapangan tanpa speaker? Jadi boleh bakar masjid hanya krn speaker? Komentar NGAWUR....!" katanya melalui akun Twitter, @UstadTengku.


Tengku melanjutkan, "Masjid di Tolikara, Papua dibakar umat Kristen saat akan sholat Ied pagi Jum'at tadi. Nampaknya Minoritas sdh merasa jadi Raja di Indonesia."