Ismeth Terjegal di Pilkada Batam

Rabu, 22 Juli 2015 17:15 WIB
724x ditampilkan Kepri Terkini

BATAM - Kabar mengejutkan muncul, pencalonan Ismeth sebagai calon Gubernur Kepri pada pilkada Desember mendatang. Ismeth akan berpasangan dengan Huzrin Hood. Kesepakatan tersebut terjadi dalam rapat terbatas para unsur pimpinan tingkat II Partai Golkar se-Provinsi Kepri bersama Ketua Umum Partai Golkar, HR. Agung Laksono, pada selasa siang (21/7/2015) di Hotel Aston, Tanjungpinang.


Kabar tersebut justru datang ditengah hangatnya kabar Ismeth akan maju sebagai Batam 1. Bahkan spanduk dukungan untuk Ismeth maju sebagai walikota Batam masih terpasang dibeberapa ruas jalan Kota Batam.


Kuat dugaan putusan ini dibuat karena peluang ismeth hanya ada pada pilgub Kepri. Hal ini berkaitan dengan revisi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 9 tahun 2015 tentang pencalonan kepala daerah yang dilakukan pada pekan kemarin.


Ada 4 point yang direvisi, dan aturan yang menjegal pencalonan Ismeth menuju batam 1 adalah peraturan yang menyebutkan orang yang pernah menjabat sebagai Gubernur tidak boleh mendaftarkan diri sebagai Walikota, Wakil Walikota, Bupati maupun Wakil Bupati. “Hal ini tertulis dalam pasal 1 ayat 9 PKPU no. 12 tahun 2015” ujar Divisi keuangan KPU Kota Batam.


Sementara 3 point lagi adalah pencalonan incumbent, dimana sebelumnya KPU melarang anggota keluarga kepala daerah mencalonkan diri sebagai kepala daerah untuk mewanti-wanti penyelewengan. Namun aturan tersebut kini sudah dicabut.


Peraturan ketiga adalah peraturan yang sempat dikabarkan akan menjegal Ismet maju pada Pilwako maupun Pilkada. Peraturan tentang Ketransparanan status, dimana kita ketahui bersama Ismeth pernah berstatus narapidana “kalau masa pembebasan dibawah 5 tahun, dia wajib mempublikasikanya. Sedangkan yang masanya sudah lebih dari 5 tahun tidak,” kata Divisi Keuangan KPU Kota Batam, Mangihot S.


Sementara peraturan terakhir yang direvisi adalah tentang pendaftaran anggota dewan, pegawai negeri sipil dan aparat keamanan dimana mereka wajib melampirkan surat pengunduran diri.


Ismeth muncul ditengah dinamika partai pengusungnya, seperti kita ketahui perpecahan kubu Golkar tengah terjadi dan terus menghangat. Akankah Ismet menemukan masalah baru kedepannya? Yang jelas pencalonan ini menambah seru pertarungan menuju Kepri 1.