Penjahat Cilik Meresahkan Kota Batam

Sabtu, 25 Juli 2015 17:57 WIB
956x ditampilkan Batam

BATAM - Keberhasilan Polsek Sekupang baru-baru ini dalam membekuk 7 pelaku jambret di daerah Batu Aji baru-baru ini (21/7/2015) menuai decak kagum Warga Batam.


Namun selain itu juga penangkapan ini seakan-akan membuka mata semua pihak bahwa kondisi memprihatinkan generasi muda Batam. Pasalnya dalam penangkapan tersebut, sebagian besar tersangka masih anak ingusan, 4 diantara 7 pelaku masih berusia dibawah 17 tahun.


Bukan hanya kali ini saja, masih lekat di ingatan kita bagaimana kejinya kasus pembunuhan Memei, gadis cantik berusia 15 tahun yang dibunuh dengan cara keji. Gadis itu dibunuh dengan cara dibakar dalam keadaan hidup-hidup dibelakang salah satu SMP di daerah Tiban, Batam.

Yang juga mengejutkan adalah pelaku adalah pacar korban yang juga masih berusia 19 tahun. Miris sekali ketika dunia kejahatan dipenuhia dengan bocah muda belia.


Pemberitaan penangkapan jambret muda ini menuai reaksi dari Netizen Batam. Dan semuanya menginginkan efek jera bagi para pelaku kendati bebapa masih sangat muda “Dihukum yang setimpal biar jera, biar tahu cara hidup dan bergaul yang baik dan benar biar gak terjermus ke perbuatan yang merugikan orang banyak,“ Ujar Brigo salah seorang Netizen.


Salah seorang netizen bahkan meminta pelaku dieksekusi mati agar sekaligus membuat takut penjahat lain, “maunya  dieksekusi mati dulu semua biar yang lain pada takut. Takutnya kenapa? yang lain juga berpikiran cuma dipringati saja kok, paling ditahan berapa lama karena masih dibawah umur makanya makin meraja lela, banyak korban dah mati kena begal, pak polisi bertindak lah sebelm ada korban berikutnya,” Ujar mawar Naibaho.


Kasus ini kemudian memunculkan pertanyaan. Siapa yang harusnya bertanggung jawab atas rusaknya moral generasi bangsa. Sekolah, orang tua, lingkungan, atau teknologi.