Daftarkan Diri Ke KPU, Ikhsan Fansuri-Isnin: Lingga Lebih Nyata

Rabu, 29 Juli 2015 02:20 WIB
1448x ditampilkan Lingga

LINGGA - Hari terakhir dibukanya pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Lingga, giliran pasangan calon Muhammad Ikhsan Fansuri ST dan H Isnin SPd Msi, dari partai pengusung Demokrat dan PDIP daftarkan diri ke Kantor Komisi Pemilihan Imum (KPU) Kabupaten Lingga. Selasa (28/7) siang.


Pantauan dilapangan, sekitar pukul 13.00 WIB, pasangan calon bupati dan wakil bupati ini, bersama sejumlah partai pengusung yakni Demokrat dan PDIP beserta partai pendukung yaitu dari Gerindra dan PPP serahkan berkas pencalonan.


Sekretaris partai Demokrat, Khairil Anwar yang juga mendamping penyerahan berkas pencalonan bupati dan wakil bupati ke KPU Lingga mengatakan, calon yang di usung partainya ini merupakan calon dari hasil survei yang telah dilakukan jauh hari sebelum pendaftaran calon dibuka.


"Pasangan ini adalah pasangan terbaik dari survei yang sudah kami lakukan. Tim sudah terbentuk, kedepan tinggal deklarasi dan tim pemenangan," tutur Khairil Anwar.


Sementara itu, Muhammad Ikhsan Fansuri, calon bupati yang diusung oleh partai koalisi Demokrat dan PDIP ini mengatakan, secara pribadi ia telah siap untuk bersaing dalam pilkada 9 Desember 2015 nanti. Begitu juga dengan pengunduran dirinya sebagai pegawai negri sipil (PNS) sebab masih terikat dengan jabatannya sebagai Plt Kepala dinas Perhubungan (PU) kabupaten Lingga.


"Saya sudah memikirkan, resiko menang dan kalah. Hari ini saya sudah mendaftar dan telah mengisi pernyataan siap mengundurkan diri sebagai PNS. Sangat siap," ungkapnya.


Lebih lanjut lagi, Ikhasan mengatakan, dengan pencalonan dirinya ini, yang mengusung motto Lingga lebih nyata, akan melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh H Daria, Bupati Lingga. Ia menilai, pembangunan yang telah dilaksanakan pemimpin Lingga 11 tahun terakhir tersebut merupakan peletakan dasar pembangunan Lingga.


"Yang sudah baik kita lanjutkan. Yang masih kurang kita perbaiki. Kita akan fokus kepada masalah kesehatan, pendidikan, ekonomi kerakyatan dan lapangan kerja," tuturnya.