Ketua Apindo Kepri : Kembalikan Keistimewaan FTZ

Rabu, 5 Agustus 2015 22:06 WIB
399x ditampilkan Kepri Terkini

BATAM - Berkenaan dengan kunjungan Presiden Indonesia, Joko Widodo ke Singapura untuk merayu investor singapura di kawasan perdangan bebas Batam, Bintan dan Karimun (BBK) dinilai Ketua Asosiasi Pengeusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya sebagai tindakan yang tidak efektif.

 

Bagi cahya tindakan yang paling tepat dilakukan pemerintah untuk kembali menghidupkan Semangat FTZ-BKK adalah dengan pembenahan regulasi, Kepastian hukum, dan infrastruktur dalam negeri. “kami hargai apa yang dilakukan presiden, tapi point intinya adalah pembennahan internal” kata cahya.
 
Bagi cahya pembenahan internal adalah upaya terbaik agar investor itu nyaman bertahan lama. Namun seringnya terjadi perubahan regulasi justru menghambat laju investasi di daerah kawasan perdagangan bebas. Cahya mengatakan banyak peraturan pusat yang dibuat namun tidak mampu sinkron dengan status BKK “contohnya tentang penggunaan mata uang rupiah di NKRI. Tanpa fleksibilitas, kebijakann ini akan sulit diterima pengusaha di Batam.”
 
Selain regulasi, Cahya juga menambahkan BBK memerlukan kepastian hukum. Ia mengatakan beberapa waktu belakangan gelombang demo membuat satu persatu Investro memilih hengkang dari Batam. “Demo buruh ini tidak ada penanganan yang tegas sehinggga banyak perusahaan yang ancang-ancang keluar” kata Cahya.
Kendati demikian, Cahya yakin Kepri Khususnya Batam punya peluang yang cukup terbuka sebagai basis investasi di gerbang  barat. “Kalau nyaman, saya yakin mereka akann datang dengan sendirinya” Ungkap Cahya.