Warga Tanjungpinang Ajukan Protes Di Konter Token Listrik

Kamis, 6 Agustus 2015 19:08 WIB
526x ditampilkan Tanjungpinang


 

Oleh karena itu penjualan token listrik tersebut diprotes pelanggan karena harga yang dipatok jauh lebih mahal dibandingkan harga di pengecer pada umumnya. Andi  (38 tahun), seorang guru di Kota Tanjungpinang, mengaku sudah lama resah dengan mahalnya biaya listrik yang dipatok pihak pengelola. Andi mengatakan, token seharga Rp 150 ribu yang dibeli dari pihak pengelola hanya senilai 73 kWh. 

Sementara itu, berdasarkan penelusuran di lapangan, diketahui bahwa untuk mendapatkan energi sebesar 75 KWH  PLN mematok harga dasar sebesar Rp 100 ribu.  Keluhan yang sama juga disampaikan Reni (45 tahun), pedagang kios pakaian  yang mengungkapkan menghabiskan rata-rata Rp 500 ribu untuk biaya listrik kiosnya selama sebulan.