Masa Depan Start Up E-Commerce Cerah

Selasa, 18 Agustus 2015 22:51 WIB
336x ditampilkan Teknologi

Paduan perangkat mobile dan akses internet tanpa batas dinilai berpotensi menjadi prospek bisnis baru bagi start up e-commerce lokal. "Saat ini 70 persen transaksi yang berlangsung di Bukalapak.com sudah menggunakan smartphone dan diperkirakan bisa akan mencapai angka 95% dalam 2-3 tahun ke depan," jelas CEO and Co-Founder Bukalapak.com Achmad Zaky, dalam rilisnya, Selasa (18/8).


Menurutnya, seiring dengan penjualan smartphone yang terus meningkat, diperkirakan tiga tahun kedepan akan ada 100 juta unit smartphone baru. Maka, transaksi e-commerce juga diperkirakan  didominasi melalui smartphone.

 

"Meningkatnya angka pengguna smartphone ini juga didorong oleh makin terjangkaunya harga smartphone. Ibu-ibu rumah tangga, tukang ojek, tukang bakso dan penyedia jasa informal lainnya semakin banyak yang menggunakan smartphone," sambungnya.

 

Sehingga mereka para pengguna smartphone tersebut juga akan menggunakannya untuk bertransaksi di e-commerce, seperti untuk jual-beli barang, melakukan pemesanan tiket pesawat dan hotel, serta melakukan pemesanan jasa transportasi ojek, taksi dan lainnya.

 

Cerahnya masa depan e-commerce di Indonesia ini juga didukung oleh keberadaan talent-talent terbaik di bidang teknologi informasi, baik lulusan perguruan tinggi lokal ternama di Indonesia maupun jebolan universitas di luar negeri,

 

"Bahkan diaspora Indonesia juga tertarik untuk kembali ke Indonesia dan bergabung dengan start up lokal. Di Bukalapak.com sudah ada diaspora Indonesia yang sebelumnya bekerja di Singapura dan Jepang, mereka bersedia pulang ke Indonesia dan turut mengembangkan industri e-commerce Indonesia," jelas Zaky.

Kondisi ini didorong oleh makin majunya industri e-commerce Indonesia khususnya star tup lokal sehingga menciptakan situasi kondusif bagi talent-talent di bidang TI untuk tumbuh berkembang di dalamnya. (ROL)