KPU: Semua Tahapan Pilkada Miliki Potensi Konflik

Senin, 24 Agustus 2015 14:21 WIB
352x ditampilkan Nasional

Komisioner KPU, Arief Budiman menyebutkan, semua implementasi tahapan pilkada serentak pada Desember mendatang memiliki potensinya masing-masing dalam memunculkan konflik. Tapi menurutnya, ada yang kecil, besar dan luas, yang punya kemampuan mengganggu pemangku kepentingan.

 

"Semua implementasi pilkada serentak tentu memiliki potensi konflik dalam tahapan pilkada. Di mana yang paling luas dapat memunculkan potensi konflik adalah pencalonan, mulai dari pendaftaran hingga penetapan pasangan calon, karena dalam masa tersebut konflik menjadi aktual," kata Arief di Jakarta, Ahad.

Menurutnya, pada awal pendaftaran pasangan calon beberapa waktu lalu, KPU sempat menghadapi permasalahan teknis karena dalam UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada tidak mengatur mengenai pencalonan bagi partai dengan dualisme pengurus.

"Potensi konflik pada tahapan penetapan juga dapat terjadi karena KPU dapat dianggap sebagai penyelenggara yang tidak adil, apabila tidak meloloskan pasangan calon dalam tahapan penetapan tersebut," sebutnya.

Dia juga mengaku, penetapan pasangan calon bisa saja menimbulkan efek yang lebih besar. Sebanyak 97 persen pasangan calon ditetapkan pada 24 Agustus 2015 dan pada sisanya pada 30 Agustus 2015. Sedangkan potensi konflik pada masa kampanye dapat terjadi apabila di daerah muncul perlakuan yang tidak adil bagi peserta pemilu.

"Biasanya pertentangan terjadi antara petahana dan bukan petahana. Bagi kami kampanye selalu dibicarakan terbuka dengan peserta pemilu, tapi tetap masih ada kecurigaan," ungkapnya.

Dia berpesan, KPU akan selalu bertindak independen dan transparan tanpa ada kepentingan untuk menguntungkan atau merugikan salah satu pihak. (Riautterkini)