Akibat Kemarau Berkepanjangan Warga Terpaksa Mengambil di Air Parit Untuk Kebutuhan Sehari-hari

Selasa, 1 September 2015 00:02 WIB
447x ditampilkan Karimun

KARIMUN - Dampak kemarau yang panjang mengakibatkan krisis air bersih yang terjadi di Kundur membuat hampir semua masyrakat terpaksa mengangkut air parit untuk ditampung dirumah.

 

Hal ini sangat-sangat telihat banyak warga baik tua muda dan anak-anak pun bergantian mendorong gerobak membawa air semampunya beberapa kali bolak balik dari Parit Jepun kerumahnya. Bukan hanya menggunakan gerobak bahkan sepada motor pun jadi alat untuk mengangut air.



Fenomena ini sudah terjadi sejak 4 bulan terakhir ini, walaupun terkadang hujan namun itu hanya terjadi hanya sekali-kali. Kini sumur-sumur dirumah warga pun sudah mulai kering dan sudah digali lagi pun belum tentu air pun berlimpah.



Hal ini sangat dirasa Wandi siswa Sekolah Dasar tersebut harus mandi di parit setiap pagi sebelum berangkat sekolah. Dirinya dan beberapa temannya harus ke parit untuk mandi. Bahkan setiap sore ia mandi di Parit Jepun dan pulangnya membawa empat jerigen ukuran lima liter dimasukkan kedalam gerobak sorong untuk dibawa pulang. Persediaan air itu katanya akan digunakan untuk mandi pagi sebelum berangkat ke sekolah.



"Saya setiap hari ambil air di parit om untuk kebutuhan sehari-hari.  Jadi setiap mandi sore di Parit Jepun pulangnya pasti bawa jerigen berisi air. Lumayan capek lah om, sesudah mandi sore lalu pulangnya bawa jerigen berisi air, sampai rumah keringatan lagi seperti tidak mandi tapi sudah mandi di parit," katanya.



Kondisi itu dilakukan karena jaringan air yang dikelola Unit Usaha Air Bersih (UUAB) Perusda Kundur tak berfungsi. Dengan kondisi seperti ini sangatlah menyulitkan masyarakat saat ini.