DPRD Tanjungpinang Minta Alokasi Hibah Bansos Dikurangi

Kamis, 3 September 2015 19:54 WIB
353x ditampilkan Tanjungpinang

TANJUNGPINANG - Anggaran Pemerintah Kota Tanjungpinang tahun 2015, termasuk dalam kategori angka defisit. Namun, pos anggaran paling besar yang terserap ternyata adalah dana hibah dan bantuan sosial. Berkaitan hal tersebut, Anggota (DPRD) Kota Tanjungpinang Maskur Tilawahyu meminta untuk mengurangi anggaran belanja hibah dan bantuan sosial (bansos) pada APBD Kota tapi tidak termasuk hibah Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

 

Pertimbangannya  yakni  masih terdapat alokasi anggaran untuk urusan wajib daerah justru lebih kecil dari hibah dan bansos. Maskur Tilawahyu dalam pengamatannya menegaskan, ‘’belanja hibah dan barang harus memedomani PP No 2 Tahun 2012 tentang Hibah Daerah dan Permendagri No 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD sebagaimana telah diubah dengan Permendagri No 39 Tahun 2012.’’ungkapnya, Kamis (09/03/2015).

 

Selain soal hibah dan bansos, dirinya meminta sejumlah alokasi anggaran untuk ditinjau kembali pada sejumlah kegiatan untuk efektifitas dan efisiensi anggaran.