Semoga Pencabutan Buwas Bukan Sebagai Pengalihan Dari Tuntutan Buruh

Kamis, 3 September 2015 07:18 WIB
447x ditampilkan Nasional

Anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka termasuk cukup kaget adanya isu pencopotan Budi Waseso sebagai Kepala Bareskim Polri. Pasalnya, sepanjang pengamatan dia justru Buwas, begitu Budi Waseso disapa, salah seorang pimpinan di institusi Polri yang getol mengungkap kasus-kasus korupsi.

 


"Jadi cukup mengejutkan jika ada pihak-pihak yang menghembuskan pencopotan Buwas sebagai Kabareskrim," ujarnya.



Politikus perempuan PDI Perjuangan ini menduga isu tersebut memang sengaja dihembuskan untuk membentuk opini publik terhadap Buwas, terutama oleh orang-orang yang terganggu dengan sikap tegas jenderal polisi bintang tiga tersebut. 



"Adalah hal yang menggelikan jika kemudian dikembangkan isu bahwa Buwas harus diganti karena dianggap mengganggu stabilitas ekonomi. Apa hubungannya tindakan Buwas mengungkap kasus-kasus korupsi dengan ketidakstabilan ekonomi yang sedang terjadi sekarang," tambahnya.



Jika alasan itu benar, kata Rieke, mungkin tidak ada salahnya mendengarkan tuntutan buruh pada aksi 1 September 2015 lalu, yang lebih terang menjelaskan apa yang mengganggu stabilitas ekonomi negara dan menciptakan ketidakpastian ekonomi bagi rakyat.



"Jangan-jangan isu pencopotan Buwas memang dikembangkan oleh segelintir orang dan kelompoknya yang merasa stabilitas ekonominya terganggu karena sepak terjang Buwas yang 'buas' mengungkap kasus korupsi, termasuk yang terjadi di BUMN, PT Pelindo II," sindirnya. 



Rieke pun berharap Presiden Jokowi mendukung kepolisian untuk lebih agresif dalam pemberantasan korupsi, tidak mudah terpengaruh serta lebih arif dalam memutuskan. 



"Semoga saja isu pencopotan Buwas hanya sekedar isu dan bukan untuk alihkan opini dari tuntutan buruh dan pekerja Indonesia," pungkasnya.[rmol/wid]