Bisnis Donald Trump di Indonesia, Libatkan Hary Tanoe

Kamis, 10 September 2015 08:47 WIB
440x ditampilkan Bisnis

Donald Trump, sang bakal calon Presiden Amerika Serikat, kini tengah menjadi perbincangan hangat masyarakat Tanah Air. Permasalahannya terletak dari kunjungan yang dilakukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke kampanye pebisnis judi kawakan negeri Paman Sam tersebut.

 

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut kedatangannya dengan Ketua DPR Setya Novanto di kampanye bakal calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, didasari untuk membahas investasi di Indonesia. Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya menyebut pertemuan tersebut difasilitasi oleh Bos MNC Group yang juga ketua partai pendukung Koalisi Merah Putih, Hary Tanoesoedibjo.

 

"Ya, Donald Trump itu kan mempunyai mitra. Mitranya di sini Pak Hary Tanoe. Bagi saya tidak perlu dipermasalahkan. Yang penting kita bisa bertemu dengan seorang tokoh," kata Tantowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

 

Dilansir dari laman Live Trading News, Trump Hotel Collection bersama MNC Gruop berencana mengembangkan resor dan kawasan hunian mewah berbintang enam di Tanah Lot, Bali. Pembangunan kawasan wisata ini menjadi yang pertama bagi perusahaan milik Trump di Asia.

 

"Bali telah diakui sebagai salah satu pulau terbaik di dunia. Kami merasa terhormat mengumumkan ekspansi perusahaan ini," ujar Executive Vice President of Development and Acquisitions of The Trump Organization, Donald Trump Jr.

 

Kerja sama kedua belah pihak telah terjalin dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama pada 14 Agustus lalu di New York, Amerika Serikat. Namun, sayangnya tidak disebutkan berapa nilai investasi proyek ini.

 

Trump Hotel dan MNC berambisi menjadikan resor dan kawasan hunian di Tanah Lot ini menjadi salah satu tujuan wisata termegah di Asia.

 

Rencananya proyek resor dan kawasan hunian mewah ini akan mulai dikerjakan pada awal 2016. Di mana target penyelesaian pada 2018 mendatang.

 

Trump Hotel Collection saat ini memang menjadi salah satu perusahaan perhotelan paling agresif di dunia. Trump Hotel Collection memiliki setidaknya 14 hotel mewah di seluruh lokasi strategis dunia. Tahun depan, Trump Hotel Collection akan membuka empat hotel baru masing-masing di Washington D.C., Rio de Janeiro, Vancouver dan Baku.

 

Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan, ternyata proyek Bali, bukan menjadi satu-satunya portofolio investasi Trump Hotel Collection di Indonesia. Ketua Umum Perindo ini mengatakan pihaknya juga mengajak Trump untuk mengembangkan proyek serupa di Lido, Jawa Barat.

 

Proyek yang akan dibangun di atas tanah seluas dua ribu hektar ini diklaim lebih besar dibanding Tanah Lot, Bali. Perkiraan dana yang dibutuhkan untuk pengembangan proyek ini pun cukup fantastis yakni mencapai Rp 20 triliun.

 

Di dalam Lido sendiri nantinya direncanakan akan dibangun taman rekreasi ala Disney Land. Selain itu, kawasan Lido akan dihiasi dengan lapangan golf, hotel, vila, dan fasilitas pendukung lainnya.

 

Hary Tanoe berencana melakukan penandatanganan kerja sama pengembangan Lido pada waktu yang berdekatan dengan pertemuan Setya Novanto dan kawan-kawan dengan Donald Trump. Para anggota DPR ini pada saat itu sedang menghadiri acara The Fourth World Conference of Speakers Inter Parliamentary Union di New York.

(merdeka)