Biaya Administrasi Pembelian Pulsa Listrik Bakal Dikurangi

Senin, 14 September 2015 05:47 WIB
462x ditampilkan Bisnis

Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli sempat menggugat sistem listrik prabayar. Pasalnya, pembelian pulsa listrik ini dinilai tidak adil. Dia pun menyebut ada mafia pulsa listrik.

 

Tapi, pernyataan tersebut telah ramai-ramai dibantah otoritas terkait. Mulai Kementerian ESDM hingga PT PLN sendiri. Mahalnya pulsa listrik diketahui akibat biaya administrasi yang ada.

 

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan, pemerintah akan mengurangi biaya administrasi pada transaksi pembelian pulsa listrik.

 

Jarman mengakui, masih ada kekurangan dalam mekanisme pembayaran token listrik yaitu dikenakannya biaya administrasi dalam setiap transaksinya.

 

"Kalau beli prabayar berkali-kali, kena charge-nya besar. Ada sesuatu yang harus diselesaikan, jangan setiap transaksi kena. Kasihan masyarakat kecil beli yang beli pulsa listrik berkali-kali," kata Jarman di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (13/9/2015).

 

Jarman melanjutkan, pada pembayaran atau pembelian listrik meteran pun masih dikenakan biaya administrasi. Namun, pengenaan tersebut hanya satu kali, tidak seperti transaksi pembelian listrik prabayar yang dikenakan bisa berkali-kali.

 

Oleh karena itu, sambung Jarman, Kementerian ESDM akan mengurangi pengenaan biaya-biaya administrasi pada transaksi pembelian listrik prabayar.

 

"Ada kekurangan yang harus diselesaikan," tutupnya.


(okz)