Gagal Menjadi Dokter, Tak Membuat Isnawa Adji Berhenti Mengabdi

Rabu, 23 September 2015 06:49 WIB
1736x ditampilkan Profil

Gagal menjadi dokter, tak membuat Isnawa Adji yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta berhenti mengabdi kepada masyarakat. Ya, dengan pengalamannya yang cukup lama sebagai pamong, Isnawa tetap mencurahkan banyak waktunya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

 

Bahkan, saat menjabat Asisten Perekonomian dan Administrasi Jakarta Barat, Isnawa tengah gencar-gencarnya memaksimalkan keberadaan Respons Opini Publik (ROP) yang diperuntukkan sebagai wadah untuk menampung aspirasi warga Jakarta yang dapat diakses melalui dunia maya. Tak heran, atas prestasinya selama ini, Isnawa yang baru menjabat Asisten Perekonomian dan Administrasi Jakarta Barat selama 7 bulan langsung dipromosikan menjadi Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta yang baru.

Pria kelahiran 24 Mei tahun 1972 terlahir dari keluarga sederhana yang tinggal di Tebet Timur, Jakarta Selatan. Isnawa dibesarkan oleh sang bapak yang mengabdikan diri sebagai staf PNS di Departemen Perindustrian. Sedangkan sang ibu merupakan guru sekolah dasar (SD). Putra kedelapan dari 10 bersaudara ini semula memang sangat ingin menjadi dokter. Namun, karena kondisi perekonomian keluarganya saat itu tidak memungkinkan untuk menjadi seorang dokter, Isnawa pun banting stir dan memilih melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).

"Saya anak ke-8 dari 10 bersaudara. Kami berasal dari keluarga sederhana, sehingga sangat tidak mungkin menjadi dokter karena membutuhkan biaya yang sangat besar. Akhirnya saya putar haluan mencari kampus yang kuliahnya tanpa biaya dan ada ikatan dinas. Alamdulillah diterima di STPDN," ujar Isnawa.

Dikatakan ayah tiga anak ini, meski gagal menjadi dokter, namun pengabdian untuk membantu masyarakat tidaklah luntur. Terlebih, lulusan STPDN tahun 1991 ini selama kariernya di Pemprov DKI Jakarta pernah menjabat sebagai Wakil Camat Tambora dan Camat Tambora selama beberapa tahun sehingga tetap bisa berhubungan langsung dengan masyarakat.

Dengan jabatan yang diembannya saat ini, ia pun ingin lebih memaksimalkan lagi keberadaan ROP. Diakui Isnawa, selama dirinya menjadi wakil camat kemudian menjadi Camat Tambora, ia sudah menerima banyak aduan masyarakat mulai dari masalah sampah, jalan rusak, PKL, kinerja SKPD dan lain sebagainya.

"Saya menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Administrasi Pemkot Administrasi Jakarta Barat sudah tujuh bulan. Selama dipercaya menangani ROP, sudah sekitar 400 aduan masyarkat yang masuk. Dari jumlah itu, 95 persennya aduan soal kondisi lingkungan. Dan lima persennya masalah SKPD. Dan dengan jabatan yang baru saya emban ini kiranya juga masih berhubungan dengan ROP," kata Isnawa.

Untuk memaksimalkan keberadaan ROP, kata Isnawa, saat itu pihaknya sudah mewajibkan kasudin, kabag, camat hingga lurah memiliki email pribadi.  "Email tersebut diperlukan untuk mengirim kembali keluhan masyarakat agar segera ditindak lanjuti. Dengan begitu, hal ini juga akan meringankan beban Gubernur dan Wagub DKI Jakarta," tutur Isnawa.

Dengan keberadaan ROP, tambah Isnawa, diharapkan bisa membantu tugasnya yang baru yakni sebagai Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta. "Ya saya kira ini akan tetap membantu tugas-tugas saya nantinya karena berhubungan dengan permasalahan sampah. Semoga masalah sampah di Jakarta ini bisa terselesaikan dengan baik," tandas Isnawa.