Lima Korban Tragedi Mina Berasal Dari Embarkasi Batam

Ahad, 27 September 2015 19:35 WIB
650x ditampilkan Batam

BATAM - Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Batam memastikan lima orang korban tragedi Mina berasal dari embarkasi itu, yaitu dua korban meninggal dan tiga korban luka.


"Iya, betul itu," kata Sekretaris PPIH Embarkasi Batam Mazdjad melalui pesan singkat kepada Antara di Batam, Sabtu.

 

Seluruh korban berasal dari Kelompok Terbang 14, asal Kalimantan Barat.

 

Dua orang korban meninggal yaitu Busyaiyah Syahrel Abdul Gafar dengan nomor paspor A2708446 dan Adryansyah Idris Usman dengan nomor paspor A3826040.

 

Sementara tiga orang yang dikabarkan menderita luka adalah Zulaiha Alam dengan nomor paspor B1306305 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina, Arninda Idris dengan nomor paspor B1307797 saat ini dirawat di RSAS King Abdullah dan Fadillah Nurdin dengan nomor paspor B1306258 saat ini dirawat di Klinik 107 Makkah.

 

Sementara itu, dari Pontianak dilaporkan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak Andi Ja'far Harun mengatakan setidaknya ada enam jamaah yang dilaporkan keluarganya meninggal saat insiden di Mina, Kamis lalu.

 

"Tapi itu bukan data resmi. Saya minta keluarga yang ada di Kota Pontianak tetap tenang, berdoa dan minta perlindungan kepada Allah, agar sanak keluarganya yang menjalankan ibadah haji bisa pulang dengan sehat, selamat hingga tiba di Pontianak," kata Andi Ja'far Harun.

 

Sebelumnya, suasana duka terlihat di rumah korban (Busyaiyah Binti Syahrel-red) di Jalan Moh Hambal, No. 6, Kecamatan Pontianak Selatan, Provinsi Kalimantan Barat.

 

Busyaiyah merupakan satu dari tiga korban Mina pertama yang diumumkan Menteri Agama.

 

Busyaiyah Binti Syahrel binti Syahril Abdul Gafar kloter Batam, maktab 1 dengan nomor paspor A2708446, berangkat menunaikan ibadah haji dengan suaminya Abdul Wahab Idris Jafar yang hingga kini belum ada kabarnya.

 

Korban merupakan salah seorang staf PNS bagian Ekonomi Pembangunan di lingkungan Pemprov Kalbar. 


(antara)