KPU Dilaporkan ke Polresta Barelang

Rabu, 14 Oktober 2015 20:35 WIB
327x ditampilkan Batam

BATAM - Tim pemenangan pasangan calon gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH) melaporkan Komisi Pemilihan Umum Batam ke Polresta Barelang karena mencoret sekitar 52.000 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap.



"Kami menemukan ada indikasi tindak pidana yang dilakukan oleh KPU. Ada sekitar 52 ribu pemilih yang menggunakan suaranya untuk pemilu legislatif dan pemilihan presiden namun dicoret dari daftar pemilih gubernur dan wali kota," kata Wakil Ketua Bagian Hukum Tim Pemenangan SAH, Taba Iskandar usai melapor ke Polresta Barelang di Batam, Selasa.

Tim kuasa hukum pasangan SAH menilai tindakan KPU berpotensi menghilangkan hak suara masyarakat tanpa dasar hukum yang jelas.

Menurut Taba, KPU tidak memiliki landasan kuat mencoret nama para pemilih itu.

KPU sengaja mencoret nama hanya tidak memiliki kartu keluarga (KK) Batam sebagai syarat terdaftar sebagai pemilih. Padahal, kuasa hukum SAH berpandangan setiap orang berhak memilih apabila memiliki Kartu Tanda Penduduk dan telah berdomisili minimal enam bulan.

"Memang, dari 52 ribu itu, bisa saja ada yang sudah pindah atau meninggal. Tapi jangan dihilangkan langsung tanpa verifikasi lapangan," kata Taba.

Timnya sudah turun ke lapangan untuk mengecek keberadaan 52.000 pemilih yang namanya dihilangkan dari DPT. Di tiga tempat pemungutan suara Perumahan Duta Masada sekitar 170 pemilih suara dihilangkan haknya, padahal sampai saat ini masih tinggal lokasi itu.

Karenanya, Taba mengimbau seluruh masyarakat untuk mengecek ulang apakah namanya sudah terdaftar dalam DPT.

"Yang jelas, kami mengimbau masyarakat untuk ikut melaporkan jika hak suaranya dihilangkan," kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panwaslu Batam Suryadi Prabu juga menyayangkan sikap KPU Batam dalam menetapkan DPT tidak melibatkan saksi dan Panwas dalam proses penetapan DPT.

Panwaslu sudah melaporkan temuan itu kepada Bawaslu Kepri.

"Secara tertulis sudah kami laporkan, nanti diplenokan di Bawaslu provinsi. Nanti kami lihat dari provinsi bagaimana," kata dia.

Pilkada Kepri diikuti dua pasang calon kepala daerah yaitu Muhammad Sani-Nurdin Basirun dengan nomor urut 1, dan Soerya Respationo-Ansar Ahmad nomor urut 2. (Antara)