Pemuda PUI Minta Koruptor Wajib Ikut Program Bela Negara

Jumat, 16 Oktober 2015 13:57 WIB
422x ditampilkan Nasional

Rencana pembentukan kader Bela Negara secara serentak di 45 kabupaten/kota di Indonesia oleh Presiden Jokowi. Mendapa respon beragam. Ada yang pro dan kontra. Menanggapi wacana itu, Ketua Umum PP Pemuda PUI, Raizal Arifin menyambut baik dan mengapresiasi rencana itu.

 

Namum demikian, Azam sapaan akrabnya mengingatkan, bahwa wajib bela negara haru tepat sasaran. Bukan yang sudah jelas membela kedaulatan negara diwajibkan, sementara para perusak negara dibiarkan. “Jokowi harusnya teliti, siapa yang tidak cinta tanah air dan siapa yang tidak. Para perusak lingkungan, pejabat korup, dan para pelanggar hukum terutama elit negara fardlu a’in (wajib) ikut program bela negara. Mereka sama sekali itu tidak cinta negara sama sekali, terlebih rakyat,” tandasnya di Jakarta, Jum’at 16/10/2015.


 Dijelaskan Azam, Pemuda PUI yang dulu bernama Majelis Pemuda punya kontribusi penting dalam sejarah pergerakan dan kemerdekaan negara. Perjuangan yang heroik itu adalah bagian dari kecintaan terhadap bangsa dan negara. “Kita (pemuda PUI) sejak sebelum kemerdekaan, tepatnya tahun 1939 sudah membentuk Barisan Islam Indonesia (BII). Dan anggotanya banyak yang masuk PETA sebagai cikal bakal TNI. Pemuda PUI, sudah lama mempersiapkan generasi muda unggulan sebagai pemikul kepemimpinan bangsa, ungkapnya.



Penyiapan generasi muda cinta negara katanya melalui training Brigade Intisab. “Hari ini Jum’at-Ahad 16-18 Oktober 2015, kita akan mengadakan training Brigade Intisab di wilayah pantura tepatnya di Subang. Agar mereka (peserta) terbina dan cinta negara dan bangsanya, para pemateri berasal dari kodim setempat, Wanadri dan instruktur Pemuda PUI,”