PBNU: Kebiri Ya Boleh Saja, Kalau Sampai Dipotong Terlalu Kejam

Kamis, 22 Oktober 2015 06:40 WIB
295x ditampilkan Nasional

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Masdar Farid Masudi mendukung rencana pemerintah untuk menghukum kebiri pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Hukuman itu dinilainya sudah cukup memadai untuk menghentikan aksi serupa.

 

"Saya kira juga dengan hukuman itu cukup memadai, karena kalau dipotong barangnya terlalu kejam," ungkap Masdar kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (21/20/2015).

 

Menurut Masdar, pelaku paedofilia akan mengulang tindakannya karena sudah adiktif. Hukuman kebiri diyakini bisa jadi 'obat' agar tak memakan korban lainnya.

 

"Itu mereka sudah ketagihan, kalau begitu tentu akan membahayakan sekali. Kalau cuma dikasi hukuman (biasa-red) memungkinkan kembali lagi (melakukan kejahatan serupa-red)," sebutnya.

 

Sebelumnya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Jokowi setuju dengan adanya hukuman ini. Namun, perlu dilakukan kajian lebih dalam sebelum resmi diterbitkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu).

 

"Munculnya kekerasan seksual terhadap anak, beliau setuju pengebirian syaraf libido," ujar Khofifah.

 

Lalu, Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan, kekerasan terhadap anak sudah termasuk kategori luar biasa sehingga penanganannya pun juga harus dengan cara luar biasa dengan menambah hukuman terhadap pelaku kekerasan.

"Ini bisa memberi dampak prevensi menimbulkan orang berpikir seribu kali untuk melakukan hal itu," kata Prasetyo.


(OKZ)